BPN 30 Day Blog Challenge, Challenge

Beberapa Barang Koleksi yang Ada di Rumah

Saya pernah mengoleksi buku. Sekarang tidak lagi. Barang koleksi yang ada di rumah saat ini adalah mainan si kecil dan beberapa benda lainnya.

Buku-buku tersebut telah saya berikan kepada beberapa orang dalam dua tahap. Waktu itu, saya sampai mendata siapa saja yang menginginkannya lalu dengan sukarela memberikan semuanya. Dengan ikhlas. Tanpa bayaran.

Sebabnya, kamar sudah penuh sesak oleh buku-buku.

Sejak saat itu, saya mulai selektif memilih buku yang dibeli. Bahkan, saya juga lebih banyak mencari bahan-bahan pengetahuan lewat online, video, atau jurnal.

Jadi, bisa dibilang jika buku tidak lagi termasuk dalam koleksi saya, meskipun dulu pernah.

Sekarang, ada beberapa barang koleksi yang entah bagaimana kok bisa saya masih bertahan.

1. Sendok

Saya punya hingga 4 sendok di meja kerja dengan warna-warna yang berbeda. Aneh ya. Buat apa banyak begitu? Jelas, ini sangat tidak sesuai dengan prinsip minimalis. Namun, begitulah adanya.

Alasan saya, supaya praktis aja tidak usah sering-sering mencuci sendok ketika dibutuhkan. Keempat sendok itu selalu menjadi andalan saya ketika membuat kopi, makan, makan cereal, dan sebagainya. Rasanya kok penting banget harus memiliki keempat-empatnya sekaligus.

2. Hotwheels

Benar sekali. Ini sebenarnya koleksi anak lanang. Tapi, ayah ibunya kok agak sedih kalau salah satu mobil itu hilang. Hahaha. Pernah suatu kali jatuh di jalan, sampai puter balik biar bisa ambil lagi. Selain karena harganya yang lumayan tiap bijinya, karena desainnya yang beda-beda dan kuat, jadi sayang kalau harus hilang.

W juga lebih suka diecast hotwheels daripada mobil lainnya. Kadang kala dijejer-jejer sampai panjang banget. Hehehe. Lihatnya ikutan senang wkwkw. Ini yang mau mainan anak atau ortunya sih?

3. Tempat makan

Okelah, sebagai ibu-ibu siapa sih yang nggak koleksi tempat makan di rak piringnya? Tidak semuanya Tupperware memang. Ada juga koleksi yang dibeli karena bentuknya lucu atau memang kuat. Jadi, nggak terbatas pada satu merek saja.

Untuk apa? Rencananya sih ingin membuat meal prep (rencananya). Tentu saya harus punya tempat yang layak. Jadi, ya semoga saja koleksi saya lebih berguna kelak.

Untuk sementara, hanya 3 benda itu saja yang saat ini masih bertahan untuk dikoleksi. Yang lain-lain pernah juga, seperti buku tulis dengan desain yang berbeda-beda. Namun, lama-kelamaan saya kok nggak tahan untuk menggunakannya.

Selain itu, beberapa akhirnya harus menyerah karena saya menerapkan gaya hidup minimalist, yang sebenarnya tidak fungsional sebaiknya disingkirkan saja. Mulai dari pakaian, aksesori, dan macem-macem. Barang koleksi bisa menjadi musuh. Tapi, jika barang tersebut memang ada nilainya, tentu tidak akan dianggap demikian.

Bagaimana dengan Anda, apakah senang mengoleksi barang juga?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *