BPN 30 Day Blog Challenge, Challenge

Kota-Kota yang Pernah Ditinggali

Saya adalah perantau dari sebuah pulau kecil. Masih Indonesia kok. Hehe. Hingga sekarang, ada 3 kota yang pernah saya tinggali. Semua dalam rangka belajar dan bekerja.

Saya sudah “pergi” dari rumah sejak masuk SMA. Waktu itu, saya harus bersekolah di luar pulau. Memangnya kenapa? Karena dulu katanya sekolah di sana lebih bagus. Hingga sekarang, saya nggak terlalu tahu sih apakah hal itu benar. Karena ada plus minusnya yang saya rasakan. Tapi ada baiknya disyukuri saja ya hehehe.

Nah, tema kali ini, saya akan cerita mengenai ketiga kota yang pernah saya tinggali tersebut.

1. Sibolga

Ini adalah sebuah kota di pesisir barat Pulau Sumatera. Untuk mencapai tempat ini, kami harus menaiki kapal kecil yang berlayar semalaman. Kalau sekarang diingat-ingat, kok mau ya, semalaman diombang-ambing gelombang. Hiii. Mengingat banyaknya kasus kapal yang tenggelam.

Tapi dulu berani aja. Mungkin karena masih anak muda. Lalu, dulu juga senang karena ada temennya. Sekolah di seberang lautan itu juga merupakan hal yang dianggap keren saat itu.

Saya tinggal di asrama di sana. Mulai dari pagi hingga malam, bahkan dini hari, semua bergantung pada aturan asrama. Saya menyadari, saya banyak berubah di sana. Bahkan, ada banyak hal yang hilang dari diri saya.

Bukan berarti saya tidak suka. Ada juga banyak kenangan indah di sana. Tapi, kalau boleh memilih, mungkin saya akan mencoba alternatif lain hahaha.

2. Semarang

Kota kedua yang saya tinggali adalah Semarang. Ya, setelah lulus SMA, saya diterima di salah satu universitas negeri di Semarang. Mengapa Semarang? Karena biar beda aja sih. Hehe. Semua orang pengen ke Jogja, Jakarta, Bandung, tapi saya ingin ke Semarang.

Ada banyak hal menarik yang saya alami di sana. Saya juga belajar berkomunitas di Semarang. Saya menang penghargaan menulis di sana. Pokoknya, saya benar-benar menikmati tinggal di Semarang. Meskipun waktu itu saya belum punya motor dan nggak ada ojek online. Ke mana-mana jalan kaki dan naik angkutan umum. Kalo nggak, nebeng teman.

Aha, saya rindu teman-teman semasa saya kuliah dahulu. Apalagi setelah mau lulus-lulusan, huhuhu rasanya kok mellow ya. Pengen lagi kembali ke masa-masa kontrakan saya yang menyenangkan. Lalu, ada pula kampus yang nggak keren banget tapi eksotis haha.

Kurang lebih 4 tahun saya tinggal di Semarang. Dan beberapa kali saya pernah berkunjung ke sana setelah itu.

3. Jogja

Yaaa, inilah saya sekarang. Di sebuah kota yang menurut saya sangat indah. Meskipun sekarang bertambah macet, Jogja menurut saya tidak tergantikan. Saya akan tetap berada di sini (atau sekitar sini) hehehe.

Harga properti di Jogja memang sudah tidak bisa dijangkau oleh masyarakat kebanyakan. Jadi, kami melipir dikit ke perbatasan. Dari sana, kami masih menjangkau kota dengan berkendara roda dua, meskipun tidak terlalu dekat.

Bagi saya, Jogja sudah seperti rumah. Saya menemukan pasangan juga di Jogja. Anak saya lahir di sini. Dan ini akan selalu menjadi tempat yang menyenangkan bagi saya.

Nah, itulah beberapa tempat yang pernah saya tinggali. Dengan semua pengalaman ini, saya harap bisa mengambil pelajaran hidup. Saya juga besok lebih bijak dalam memberikan nasihat kepada anak supaya tidak salah memilih jalan kelak.