BPN 30 Day Blog Challenge, Challenge

Perlukah Kita Menyesal?

Tema kali ini adalah tentang penyesalan. Saya tipe orang yang “tidak suka” menyesal, meskipun sering juga menyesal karena suatu hal. Bagi saya, itu adalah sebuah kegagalan.

Ada beberapa hal dalam hidup kita yang tidak berjalan dengan mulus. Entah karena salah melangkah atau bagaimana. Yang saya tahu, penyesalan terjadi karena kita gagal dengan sesuatu.

Persiapan Itu Penting

Prinsip saya, kita tidak akan sampai di titik penyesalan jika telah mempersiapkan segala sesuatu dengan baik. Contohnya nih, kalau hujan, kita tentu harus mempersiapkan payung atau jas hujan. Jadi, kita nggak akan bilang, “Duh, nyesel nih kenapa tadi nggak bawa payung, ya?”

Nah, kadang-kadang ada orang yang menyesal karena abai pada persiapan. Dan saya paling males kalau sudah memperingatkan seseorang akan sesuatu–lalu diabaikan–kemudian menyesal.

Rasanya tuh pengen bilang, “Kan sudah dibilangin…”

Oleh karena itu, untuk menghindari penyesalan, saya selalu berusaha untuk melakukan persiapan sebaik mungkin sebelum melakukan atau menghadapi sesuatu. Biasanya, kalau usaha udah maksimal, entah hasilnya seperti apa, saya nggak akan sampai menyesal. Kecewa pasti, tapi menyesal tidak.

Tak Perlu Menyesal dengan Keputusan Sendiri

Saya suka heran kalau ada orang yang menyesal karena keputusannya sendiri. Bukankah hal itu dilakukan setelah melewati pertimbangan yang matang? Tentu, ada risiko atas setiap keputusan. Itu tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, jika sudah tahu risikonya, dan tetap diambil, berarti tidak perlu menyesal.

Berbeda halnya jika kita dihadapkan pada sesuatu yang bukan merupakan pilihan, dipaksa, atau terpaksa. Tentunya, kita bisa menyesali keadaan, tapi bukan diri sendiri.

Langkah Penyesalan

Saya rasa, setelah melewati banyak hal, yang paling penting dari segalanya adalah langkah yang diambil setelah mengalami penyesalan. Apa gunanya menyesal jika ternyata hanya sampai di situ.

Berharganya penyesalan adalah kalau seseorang tiba pada keinginan untuk memperbaiki diri dan melakukan sesuatu yang berbeda.

Jika hanya berwujud kekecewaan tanpa arti atau kemarahan pada diri sendiri maupun orang lain, hal itu hanya akan merusak diri sendiri. Jadi, jadikan penyesalan sebagai dorongan untuk menjadi lebih baik.

Salah satu hal yang saya sesali akhir-akhir ini adalah dalam merawat W. Ada banyak ketidaksempurnaan yang saya lakukan sebagai seorang ibu. Pasalnya macem-macem, mungkin karena saya tidak tahu, terlalu sibuk, atau menganggap enteng.

Namun, saya berusaha untuk terus banyak belajar. Saya selalu ingin berbuat lebih baik hari demi hari untuk membuat dia tumbuh menjadi lebih baik ke depan. Saya harap ini bukan keinginan yang mustahil.

Sekali lagi, dengan persiapan yang matang dan kesadaran atas setiap keputusan yang diambil, saya ingin menghalau setiap penyesalan tersebut.

Bagaimana dengan kamu? Pernah menyesal atau tidak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *