BPN 30 Day Blog Challenge, Challenge

Kenangan Masa Kecil Yang Tak Terlupakan

Siapa yang tidak pernah terkenang masa lalu? Pasti ada hal-hal tertentu yang selalu bikin kita pengen kembali lagi ke sana…

Saya bersyukur karena memiliki kenangan masa kecil yang menyenangkan. Ya, saya bahagia tumbuh di rumah sendiri bersama kedua orang tua dan satu saudara laki-laki.

Ada beberapa hal yang masih terpatri di ingatan saya tentang masa kecil. Sebagai cara untuk mengenang, saya akan menulis beberapa hal itu.

1.Rambut panjang

Ya, satu hal yang saya ingat waktu kecil adalah rambut yang selalu panjang. Pasalnya, Bapak tidak pernah mengizinkan jika rambut saya dipotong. Bahkan, menurut kabar, rambut saya ini adalah rambut sejak lahir, jadi belum pernah dicukur. Alasannya apa, saya juga sampai sekarang tidak tahu..

Pada saat kecil sampai SD, rambut saya bisa sampai sepinggang. Ini adalah semacam “titah” dari Bapak. Katanya, anak perempuan akan lebih cantik jika rambutnya panjang. Haha. Saya sih menurut saja dan menganggap itu adalah bagian dari perhatian Bapak.

2. Anak Bapak

Banyak yang bilang, anak perempuan lebih dekat dengan ayah. Bener banget. Waktu kecil, saya dekat banget dengan Bapak. Bahkan, saya ingat, sering diajak ke mana-mana sama Bapak, bertemu dengan rekan-rekan kerja beliau.

Yah, tapi sedikit menyesal karena semakin lama, hubungan kami semakin renggang. Huhu. Mungkin karena saya akhirnya memutuskan untuk merantau. Telepon dan video call tampaknya belum mampu menyambung kembali keakraban yang saya rasakan semasa kecil.

3. Suka Baca Buku

Nah, ini dia hal yang tak pernah saya lupakan. Bahwa, minat membaca saya terbangun sejak di rumah. Yang saya ingat, Bapak pernah membawa pulang sekardus besar buku-buku. Bukan untuk saya sih, cuma mampir saja sebelum dibawa ke tempat yang seharusnya.

Sayangnya, di tanah asal saya, toko buku tidak ada. Ada yang jual buku, tapi langka banget. Tapi majalah masih ada. Jadi, saya rajin beli Bobo.

Setelah masuk SMP, lumayan enak karena ada perpustakaan. Meskipun buku-bukunya ya gitu deh hehe.

4. Naik Sepeda Sendiri 8 Kilo

Tahu nggak sih kalau di tempat asal saya, angkutan umum sangat jarang. Udah gitu, kota berjarak 8 kilo dari rumah saya. Itu pun pulangnya harus menanjak gitu. Rumah saya ada di ketinggian haha.

Nah, waktu kecil saya (sekitar kelas 5 SD) saya ikut les bahasa inggris di kota bersama abang saya sih. Kami naik sepeda dari rumah. Bayangkan, 8 kilo. Tapi, waktu itu biasa-biasa aja sih. Karena tetangga-tetangga kampung saya lebih capek, mereka harus berjalan kaki berkilo-kilo untuk berangkat sekolah.

Hingga kelas 1 SMP saya naik sepeda ke sekolah di kota. Pulangnya pukul 14.00 setiap hari. Sekitar 2 kilo sebelum sampai rumah, saya harus nuntun sepeda karena menanjak. Nggak kuat, cyin.

Nah, itulah beberapa kenangan masa kecil yang masih saya ingat sampai sekarang. Saya berharap juga bisa memberikan kenangan manis kepada anak saya nanti.

Kalau kamu, apa yang paling berkesan pada masa kecil?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *