Uncategorized

Ngeblog Lewat HP, Efektifkah?

Oke, saya lagi mencoba ngeblog lewat smartphone, kira-kira bisa nggak ya?

Sebenarnya soal bisa atau nggak itu pasti BISA! Apa pun yang diusahakan, minimal memberikan pengalaman-jika hasil kelihatan tidak ada.

Sekarang, mengukur efektif atau tidaknya, ini juga relatif.

Contohnya saya nih. Menurut saya efektif karena:

  • Gadget mendukung
  • Mengakses PC waktunya terbatas

Nah 2 alasan inilah yang membuat metode ini terasa efektif. Meskipun, bisa dipastikan kalau kurang produktif. Bayangin aja harus nulis kata demi kata dengan menekan tombol satu persatu. Beda kalau pakai keyboard, menulis bisa lebih cepat. Ada typo pun mudah untuk diperbaiki.

 

Kalau kamu bagaimana? Pernah ngeblog pakai HP?

BPN 30 Day Blog Challenge, Challenge

Target Blogging 2019

2019

Apa yang akan saya lakukan dengan blog ini?

Sebuah rencana bisa saja gagal diwujudkan. Namun, tanpa rencana, peluang untuk berhasil jelas lebih kecil. Itulah sebabnya, rencana itu sangat penting.

Nah, untuk 2019 nanti, saya memiliki sejumlah rencana, khusus untuk blog ini. Ini diaa…

1. Menulis minimal sekali seminggu

Yah mungkin terdengar ambisius. Tapi kan nggak apa-apa bermimpi setinggi mungkin. Lagipula, mimpi ini bisa diukur, tinggal dijalanin dengan bener nggak?

Sayaa rasa sih, menulis sekali seminggu bukan masalah besar. Toh dalam seminggu, saya bisa menulis puluhan artikel.

Hanya saja, saya perlu menaikkan lagi dalam skala prioritas.

2.Lebih tematis

Sebenarnya, apa yang sudah saya tulis di blog semua dalam tema yang sama yaitu parenting. Nah, ke depan saya ingin tetap fokus, tetap memperkuat kekhasan tersebut.

Mungkin yang bahas parenting sudah banyak. Namun, tentu ada hal-hal tertentu yang bikin berbeda dan orang suka membaca.

Nah itu PR saya mulai sekarang. Menguatkan brand tersebut. Lebih mengeksplorasi kekuatan dan keunikan blog ini. Saya rasa memang tidak mudah ya.

3. Lebih bermanfaat

Saya harap blog saya memberi manfaat kepada banyak orang. Jadi, isinya bukan sekadar curhat hahaha. Kalau bisa, saya juga akan bikin analisis mendalam, mungkin dengan kerjasama dengan dokter atau praktisi kesehatan yang benar-benar sudah terjamin kualitasnya.

Saya juga pengin menulis semacam coverstory untuk menjadi inspirasi bagi pembaca. Tentu saja, bukan tentang saya ya. Hehehe. Tapi, tentang orang lain yang hebat. Siapakah dia? Hmm, nanti kita lihat.

4. Menghasilkan

Nggak kalah penting, blog tentu harus menghasilkan ya. Ini saya anggap sebagai sebuah investasi yang bisa menghasilkan suatu saat. Mungkin sekarang belum. Tapi siapa tahu, 2019 ada banyak peluang yang bisa saya tangkap.

Ah, tapi jangan mikirin itu dulu deh hehehe. Yang penting sekarang adalah benerin DA, banyakin pageview, bikin populer. Sip sip, ayo kita lakukan!

5. Menulis lebih rapi

Saya juga ingin menulis dengan lebih rapi lagi. Mulai dengan penggunaan heading, keyword natural, dan sebagainya. Ini teknis aja sih, tapi rasanya juga perlu supaya yang baca menjadi lebih senang. Ceritanya, supaya terlihat lebih profesional dan layak.

Nah, inilah kira-kira beberapa hal yang ingin saya lakukan pada blog ini 2019 nanti. Apakah semua akan bisa terealisasi? Who knows, ya kan. Bisa ajaaa. Intinya sih berani bermimpi dulu. Lalu berjuang untuk mendapatkannya.

Kayak sekarang nih, sebagai postingan terakhir di tantangan menulis 30 hari, saya berusaha sebaik mungkin. Meskipun dilanda sakit 3 kali (anak dan suami) ada deadline bertubi-tubi huhu. Semoga bermanfaat bagi diriku dan yang membacanya.

BPN 30 Day Blog Challenge, Challenge

5 Situs yang Sering Dikunjungi

Apa saja situs yang menurut Anda menarik? Saking banyaknya, kita mungkin akan kebingungan. Namun, masing-masing dari kita pasti memiliki situs andalan, ya kan.

Salah satu kriteria situs yang saya suka kunjungi adalah bermanfaat. Bermanfaat di sini berarti saya mendapatkan sesuatu yang baik dari sana. Bisa dalam bentuk pengetahuan, inspirasi, motivasi, pelajaran berharga, dan sebagainya.

Saya muak dengan situs-situs yang bersifat hoax dan selalu berusaha untuk memprovokasi. Setiap nemu situs seperti ini, mesti langsung ditutup lalu nggak pernah berkunjung lagi ke sana. Apalagi dishare, no way.

Yang kedua, yang enak dan nyaman dibaca. Ada beberapa situs yang hmmm bikin sebal karena terlalu banyak iklan. Iya sih, iklan itu penting. Tapi nggak bikin komputer jadi lemot juga kannnn. Nah, ada beberapa situs yang meskipun bermanfaat tapi terlalu berat jadi nggak pernah buka lagi.

Sementara itu, 5 situs favorit saya adalah sebagai berikut:

1. Mojok.co

Ini situs yang selalu saya kunjungi hampir setiap hari. Saya suka membaca tulisan-tulisannya yang lucu. Pernah sekali mengirimkan tulisan, tapi kayaknya tidak cocok hahaha. Mungkin sebagai penikmat dulu ya.

Selain lucu, ada pula yang isinya bermanfaat, menginspirasi. Nah, tiap merasa butuh hiburan atau dorongan, saya biasanya akan berkunjung ke mojok.co. Setelah itu, saya biasanya akan senyum-senyum sendiri karena tulisan-tulisan yang nggak kepikiran, kok bisa yaaa…

2. Tirto.id

Situs berita yang saya percayai salah satunya adalah Tirto. Isinya berguna tetapi tetap ringan. Saya bisa menemukan beragam hal menarik di sini. Pengetahuan saya pun bertambah. Analisisnya keren abis.

Secara tampilan web, saya suka banget karena ringan dan tidak ada pop up macem-macem yang bikin PC jadi lambat. Pokoknya kalau mau cari referensi-referensi berita, saya lebih dahulu merujuk ke sini.

Ohya, bahasanya enak banget jadi bukan seperti sedang membaca berita. Mereka mampu menyajikan suatu tulisan dengan sangat menarik.

3. Kompasiana.com

Iya, saya masih suka banget buka-buka situs kompasiana.com. Saya memang memiliki akun di sana meskipun jarang menulis. Biasanya, saya akan baca-baca yang masuk HL. Ini menambah pengetahuan juga sih. Penulis-penulis tertentu juga bikin saya geleng-geleng kepala karena mereka memang bagus tulisannya.

Ke depan, saya ingin menulis lebih banyak lagi di Kompasiana. Hitung-hitung supaya semakin lancar hehehe. Semoga bisa membagi waktu dengan benar.

4. Jango.com

Ahahaha ini sebenarnya layanan lagu streaming. Karena di PC saya minim lagu, jadinya saya dengerin via streaming aja. Hehe. Lumayan banyak lho pilihan lagunya. Kita bisa pilih sesuai mood. Misalnya pas lagi riang gembira, sedih, sedang santai, dan sebagainya.

5. Bitrix.com

Ini adalah situs kerjaan sebenarnya. Jadi, semacam ruang untuk berinteraksi dengan orang lain. Mirip Facebook sih. Tapi lebih ke profesional aja. Saya minimal buka situs ini dua kali dalam sehari. Pentingggg. Hehehe.

Nah, inilah beberapa situs yang selalu saya kunjungi hampir setiap hari. Bagaimana dengan kamu?

 

BPN 30 Day Blog Challenge, Challenge

5 Situs Belanja yang Sering Dikunjungi

Beberapa waktu terakhir saya baru saja buka-buka toko online. Meskipun termasuk jarang saat berbelanja, setidaknya pernahlah satu dua kali saya beli. Lumayan menarik juga sih. Apalagi kalau ada tawaran diskon.

Saya berkenalan dengan toko online baru beberapa saat terakhir. Aplikasi e-commerce juga belum ada saat itu. Aplikasi pertama yang saya install adalah Shopee. Entah bagaimana ceritanya ya. Yang jelas, saya bisa menikmati keuntungan sebagai pengguna pertama di Shopee heeheh, dapet bengbeng cuy. Enak deh.

Selanjutnya, saya juga pernah berbelanja bersama teman-teman, rame-rame, di Sale Stock. Dalam rangka beli barang diskon juga sih hahahaha.

Setelah itu, saya beberapa kali mengunjungi situs belanja ini. Pernah beberapa kali terpikir untuk membeli.Tapi kok belum sempat memperhatikan barangnya. Jadinya takut salah beli aja. Sampai akhirnya berhenti nggak jadi beli.

Nah, dari sekian banyak marketplace, inilah 5 situs belanja yang paling sering saya kunjungi.

1. Shopee

2. Sale Stock

3. Tokopedia

4. Bukalapak

5. Lazada

Cara Berbelanja dengan Bijak

Lalu, bagaimana cara berbelanja dengan bijak? Ini menjadi panduan saya secara pribadi sih.

Pertama, tidak menyimpan uang di rekening yang bisa diakses secara online. Huaa gimana ya, sekarang ini ada begitu banyak kemudahan. Bahkan, untuk membeli permen aja, sederhananya gitu, kita bisa beli secara online dalam waktu beberapa detik. Ya ampun, kalau nggak pintar menjaga diri, bisa habis deh tuh gaji dalam waktu beberapa hari.

Nah, triknya adalah selalu mengurangi uang yang ada di rekening ini dan memindahkannya ke rekening lain yang lebih konvensional. Jadi, keinginan bisa terkendali sedikit. Bener, ini efektif banget.

Kedua, mengurangi waktu untuk untuk bermain-main di situs belanja. Hahaha, lama-kelamaan bisa tergoda juga lho. Apalagi kalau kita trus mikir kalau itu jadi untung kalau beli. Nah, untungnya sih saya sok sibuk aja jadi nggak sempat sampai akhirnya beli. Mungkin kalau lama-lama mantengin juga bisa kebeli juga itu barang.

Jadi, kalau perlu, jangan instal semua aplikasi belanja itu di ponsel. Yang benar-benar dibutuhkan aja yak. Biar ponsel juga nggak keberatan. Dan potensi godaan lebih sedikit.

Ketiga, mikir lagi sebelum beli. Coba direnungkan, perlu nggak sih beli barang itu? Jika sudah ada, bukan memenuhi rumah? Hahaha. Kalau udah sampai di tahap ini, saya biasanya langsung menutup jendela situs. Dan nggak jadi beli. Dan saya baik-baik aja. Hehehe.

Kecuali kalau memang butuh banget ya gaes. Menurut saya, marketplace atau situs belanja adalah tempat yang sangat potensial untuk mencari barang-barang yang dibutuhkan. Asal kita bisa menjaga diri aja, perkembangan seperti ini patut disyukuri kok.

BPN 30 Day Blog Challenge, Challenge

5 Hal yang Menciptakan Kebahagiaan

Orang-orang yang pandai bersyukur adalah orang-orang yang paling kaya di antara yang lain. Bukan soal berapa harta yang dimiliki, tetapi bagaimana dapat merasa cukup pada apa yang dimiliki saat ini.

Saya sering membaca kalimat itu. Saya mengamininya. Coba bayangkan, andai kita memiliki banyak uang, tetapi selalu mengeluh tentang berbagai hal, kita akan selalu merasa paling sengsara.

Berbeda dengan orang-orang yang hidupnya dipenuhi dengan keikhlasan dan penerimaan, apa pun yang dihadapi (bahkan masalah) bisa menjadi “harta”. Orang-orang inilah yang sebenarnya suka bikin iri.

Karena itu, saya selalu menantang diri sendiri untuk selalu bersyukur apa pun yang terjadi. Nah, saya ingin berbagi mengenai beberapa hal sederhana yang membuat saya merasa lebih bahagia.

1. Melihat anak sehat

Ini adalah kebahagiaan yang paling sederhana dan tinggi nilainya di mata saya. Sebagai seorang ibu, yang paling utama bagi saya adalah anak. Saya melakukan apa pun untuk membuatnya senang, sehat, dan tumbuh dengan baik.

Beberapa waktu yang lalu, W sempat sakit beruntun. Fyuh, itu bikin saya bener-bener kehabisan tenaga. Tapi, bersyukur tetap kok. Karena banyak teman yang sangat peduli, menanyakan keadaan W, mendoakan, dan menguatkan.

2.Berkumpul bersama keluarga

Selanjutnya, kebahagiaan sederhana lainnya adalah dapat berkumpul bersama keluarga kecil saya. Entah kami hanya diam di rumah atau main ke mal terdekat, intinya adalah bersama. Itu sudah cukup membuat bahagia.

Sayangnya, kami hanya libur satu hari saja dalam seminggu. Dan rasanya itu nggak cukup untuk kebersamaan. Mimpi saya, suatu hari kami memiliki lebih banyak waktu untuk bersama-sama sebagai keluarga.

3.Menulis di blog

Ini adalah kebahagiaan pribadi saya. Karena selalu dipenuhi jadwal untuk menulis artikel, menulis di blog sendiriĀ  bagi saya adalah suatu kemewahan. Saya bisa berkreasi dengan bebas, menulis apa yang saya ingin tulis.

Pengennya sih, tahun depan saya memiliki satu waktu khusus untuk menulis di blog. Ini semacam me time yang harus tersedia. Selama ini, saya sempat mengabaikan itu dan rasanya kok jadi cepat merasa lelah.

4. Menonton Film

Kebahagiaan sederhana lainnya versi ibu kayak saya adalah menonton film. Bukan di televisi atau PC, tapi menggunakan ponsel OPPO. Karena layarnya lumayan lebar, saya cukup puas. Selain itu, notifikasi juga tidak tertutup atau membuat film terhenti. Saya bisa langsung membalas tanpa harus berhenti menonton.

Menonton lewat gadget seperti ini sangat praktis bagi saya. Ketika sedang menunggu atau memiliki waktu 5 menit saja, saya bisa melanjutkan menonton serial yang saya sukai. Saya memilih iflix sebagai layanan yang menyediakan sejumlah film.

Opsi ini baru saya nikmati setelah beberapa waktu yang lalu. Awalnya coba-coba saja tapi akhirnya saya tahu bahwa inilah cara paling ideal untuk saat ini dibandingkan harus ke bioskop.

5.Bekerja

Hehehe. Iya, saya senang bisa bekerja, memiliki pekerjaan, melakukan sesuatu untuk mendapatkan pemasukan. Ketika ada job, saya selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik. Kalau pun ada kendala, itu adalah karena keadaan yang tidak bisa dikendalikan.

Bekerja bagi saya bukan hanya soal mendapatkan uang. Tetapi, melakukan sesuatu merupakan semacam insting atau naluri orang tua. Ketika saya bekerja, saya bisa menghasilkan uang, dan saya akan memberikan yang terbaik untuk anak. Siklusnya gitu aja.

Jadi, inilah beberapa kebahagiaan sederhana yang ingin selalu saya ciptakan setiap hari. Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk menikmati kebahagiaan versi masing-masing, ya.

BPN 30 Day Blog Challenge, Challenge

5 Produk Ini Selalu Jadi Andalan Setiap Hari

Meskipun bukan tipe wanita yang suka dandan, saya sebisa mungkin memastikan penampilan tetap rapi. Untungnya, Si Kecil sekarang sudah agak mandiri, Ibu bisa sedikit bersenang-senang..

Saya tidak mengikuti perkembangan kosmetik terbaru–jujur saja. Bahkan, kosmetik yang diiklankan di TV juga tidak. Namun, sebagai andalan setiap hari, dan tentu saja saya puas dengan hasilnya, adalah 5 benda ini:

1.Citra Pearly White UV Essence Cream Facial Moisturizer

Langkah pertama yang saya lakukan saat bersiap-siap ke tempat kerja biasanya adalah mengaplikasikan krim wajah ini. Saya baru saja menggunakan merek Citra untuk krim wajah sekitar 2-3 bulan. Hasilnya? Saya lebih suka dibandingkan krim wajah yang sebelumnya.

Salah satu yang bikin beda adalah wadahnya yang terbuat dari kaca dengan tutup warna pink. Tampaknya lebih elegan aja. Krimnya juga menurut saya sangat ringan dan tidak bikin lengket di wajah, juga tidak bikin kering. Selama menggunakan Citra, rasanya tampilan wajah lebih segar dan tidak berminyak.

2. Everyday Luminous Face Powder Wardah

Setelah itu, saya menggunakan bedak tabur dari Wardah. Saya belinya bareng-bareng teman waktu ada promo Sale Stock beberapa bulan lalu. Awalnya sih iseng saja karena saya biasanya cuma mengaplikasikan bedak bayi untuk wajah.

Eh, ternyata setelah beberapa lama, saya benar-benar merasa cocok. Dipadu dengan krim wajah Citra, bedak tabur ini bisa bikin wajah tampak mulus. Dan, seperti bedak tabur pada umumnya, kulit berminyak menjadi lebih netral. Saya juga tidak bermasalah dengan komedo sesering dulu ketika menggunakan bedak padat.

Enaknya, ketika diaplikasikan di wajah, bedak tabur ini tampak menyatu, wajah tidak terlihat lebih terang daripada leher, pokoknya pas aja.

3. Lipstik Purbasari No 88 Amethycs

Untuk bibir, saya menggunakan lipstik Purbasari dengan warna agak merah-oranye. Lipstik Purbasari cukup pas untuk saya karena lembut. Kebetulan, warna yang saya pilih juga tidak mencolok banget sehingga pede aja dipakai setiap hari.

Namun, saya selalu memastikan supaya bibir dalam kondisi bersih, bebas dari masalah seperti terkelupas. Caranya: usap bibir dengan handuk atau kain basah. Selain itu, menggunakan madu untuk bibir bisa bikin lebih halus dan lembut.

Nah, kalau sudah begini, pake lipstik pun lebih gampang dan hasilnya lebih oke.

4. Citra Pearly White UV Hand & Body Lotion

Merek Citra juga saya gunakan untuk lotion kulit. Ini sih sudah langganan sejak dahulu, bahkan warisan dari Mama saya. Yang saya suka dari Citra adalah karena wangiiii.. dan rasanya mengingatkan saya akan masa kecil. Hmmm. Bukan hanya itu, di kulit pun cocok dan tidak terasa lengket.

Sayangnya, saya tipe orang yang tidak telaten kalau soal kulit. Kadang-kadang, saya suka lupa menggunakan lotion–atau tidak sempat. Seringnya beli, tapi biasanya tidak habis.

5. Garnier Micellar Cleansing Water

Andalan terakhir saya adalah cleansing water ini. Saya beli ini karena ingin lebih baik dalam merawat kulit wajah. Pengennya, tiap pulang kerja saya rajin membersihkan muka dari sisa-sisa makeup dan debu jalanan. Eh, apa mau dikata, seringnya kelewatan huhu.

Meskipun demikian, saya bersyukur dengan kehadiran cleansing water ini, membersihkan wajah menjadi lebih praktis. Hanya perlu menggunakan kapas, oles dikit, dan langsung bersih.

Nah, inilah 5 benda andalan yang sudah cukup membuat saya pede berangkat kerja setiap hari. Minimalis banget, kan?

Bagaimana dengan kamu? Suka yang minimalis atau justru punya peralatan lengkap?

BPN 30 Day Blog Challenge, Challenge

Kenangan Masa Kecil Yang Tak Terlupakan

Siapa yang tidak pernah terkenang masa lalu? Pasti ada hal-hal tertentu yang selalu bikin kita pengen kembali lagi ke sana…

Saya bersyukur karena memiliki kenangan masa kecil yang menyenangkan. Ya, saya bahagia tumbuh di rumah sendiri bersama kedua orang tua dan satu saudara laki-laki.

Ada beberapa hal yang masih terpatri di ingatan saya tentang masa kecil. Sebagai cara untuk mengenang, saya akan menulis beberapa hal itu.

1.Rambut panjang

Ya, satu hal yang saya ingat waktu kecil adalah rambut yang selalu panjang. Pasalnya, Bapak tidak pernah mengizinkan jika rambut saya dipotong. Bahkan, menurut kabar, rambut saya ini adalah rambut sejak lahir, jadi belum pernah dicukur. Alasannya apa, saya juga sampai sekarang tidak tahu..

Pada saat kecil sampai SD, rambut saya bisa sampai sepinggang. Ini adalah semacam “titah” dari Bapak. Katanya, anak perempuan akan lebih cantik jika rambutnya panjang. Haha. Saya sih menurut saja dan menganggap itu adalah bagian dari perhatian Bapak.

2. Anak Bapak

Banyak yang bilang, anak perempuan lebih dekat dengan ayah. Bener banget. Waktu kecil, saya dekat banget dengan Bapak. Bahkan, saya ingat, sering diajak ke mana-mana sama Bapak, bertemu dengan rekan-rekan kerja beliau.

Yah, tapi sedikit menyesal karena semakin lama, hubungan kami semakin renggang. Huhu. Mungkin karena saya akhirnya memutuskan untuk merantau. Telepon dan video call tampaknya belum mampu menyambung kembali keakraban yang saya rasakan semasa kecil.

3. Suka Baca Buku

Nah, ini dia hal yang tak pernah saya lupakan. Bahwa, minat membaca saya terbangun sejak di rumah. Yang saya ingat, Bapak pernah membawa pulang sekardus besar buku-buku. Bukan untuk saya sih, cuma mampir saja sebelum dibawa ke tempat yang seharusnya.

Sayangnya, di tanah asal saya, toko buku tidak ada. Ada yang jual buku, tapi langka banget. Tapi majalah masih ada. Jadi, saya rajin beli Bobo.

Setelah masuk SMP, lumayan enak karena ada perpustakaan. Meskipun buku-bukunya ya gitu deh hehe.

4. Naik Sepeda Sendiri 8 Kilo

Tahu nggak sih kalau di tempat asal saya, angkutan umum sangat jarang. Udah gitu, kota berjarak 8 kilo dari rumah saya. Itu pun pulangnya harus menanjak gitu. Rumah saya ada di ketinggian haha.

Nah, waktu kecil saya (sekitar kelas 5 SD) saya ikut les bahasa inggris di kota bersama abang saya sih. Kami naik sepeda dari rumah. Bayangkan, 8 kilo. Tapi, waktu itu biasa-biasa aja sih. Karena tetangga-tetangga kampung saya lebih capek, mereka harus berjalan kaki berkilo-kilo untuk berangkat sekolah.

Hingga kelas 1 SMP saya naik sepeda ke sekolah di kota. Pulangnya pukul 14.00 setiap hari. Sekitar 2 kilo sebelum sampai rumah, saya harus nuntun sepeda karena menanjak. Nggak kuat, cyin.

Nah, itulah beberapa kenangan masa kecil yang masih saya ingat sampai sekarang. Saya berharap juga bisa memberikan kenangan manis kepada anak saya nanti.

Kalau kamu, apa yang paling berkesan pada masa kecil?

BPN 30 Day Blog Challenge, Challenge

5 Keinginan yang Belum Tercapai

Siapa yang tidak punya keinginan? Saya rasa, semua orang pasti pengen sesuatu dan mencari cara untuk mewujudkannya. Tahun Baru bisa menjadi salah satu momen untuk memulai kembali..

Setiap tahun, saya selalu membuat resolusi untuk diri sendiri. Dan jujur saja, tiap tahun tidak semuanya tercapai. Namun, ada pula sebagian yang tercapai. Itulah yang membuat saya nggak pernah kapok untuk membuat resolusi.

Tahun 2018 ini, ada beberapa resolusi yang saya buat. Beberapa belum benar-benar kesampaian. Berikut 5 di antaranya:

1.Traveling lebih sering

Awal tahun, saya memiliki keinginan supaya saya dan keluarga bisa traveling minimal sekali dalam sebulan. Eits, ini bukan traveling mewah harus ke luar kota atau luar negeri gitu ya… Tapi, bepergian, gitu aja.

Apalagi karena W sekarang sudah bisa jalan lancar dan sangat senang bepergian naik kendaraan. Beberapa bulan terakhir ini, rasanya kok sibuk banget. Bahkan sekadar untuk mengunjungi tempat wisata terdekat, kami selalu tidak sempat.

Tahun depan, saya masih tetap pengen ini menjadi salah satu resolusi saya. Mungkin harus direncanakan dengan baik ya.

2.Nulis di Media Cetak

Ah, ini dia keinginan yang tahun ini belum tercapai juga. Padahal, saya udah menjaring informasi sebanyak mungkin. Tapi rasanya kok tidak sempat untuk menulis sebenar-benarnya. Saking banyaknya deadline nulis konten.

Bagi saya, menulis di media cetak masih merupakan kebanggaan dan kepuasan tersendiri. Entah kenapa ya. Hehe. Meskipun zaman digital sudah di depan mata, media cetak masih menjadi favorit saya.

Dan, beberapa hari terakhir ini, saya langganan Bobo untuk W, siapa tahu mulai terdorong lagi untuk mengirimkan tulisan ke sana. Haha.

3.Belajar SEO dan Copywriting

Ini adalah cita-cita saya sejak tahun lalu. Saya merasa harus terus menambah ilmu soal kedua hal ini karena saya suka aja. Namun, kembali lagi karena alasan yang sama. Belajar keduanya kok belum sempat.

Ke depan, saya mungkin harus merancang waktu khusus supaya bisa melakukan keduanya. Menurut saya, ini adalah investasi yang berharga.

4. Target Baca Buku

Tahun 2018, saya menargetkan untuk membeli dan membaca buku minimal 12 buku setahun. Apa daya, hal itu belum tercapai sampai sekarang. Kalau tidak salah, saya membeli sampai 3 buku di 3 bulan pertama. Lalu trus lupa. Hehe.

Saya tetap masih ingin mewujudkan hal itu suatu saat. Ingin lebih banyak membaca buku-buku berkualitas. Supaya saya juga bisa menularkan kebiasaan baik ini kepada W.

5. Usaha Sendiri

Nah, hal terakhir ini merupakan keinginan yang sudah terpendam sejak dulu. Saya ingin memiliki sebuah usaha atau bisnis yang bisa menopang keluarga. Beberapa ide pernah mampir di benak, tetapi kok selalu mentah. Mungkin karena saya tidak terlalu banyak memberi waktu untuk memikirkannya.

Membangun usaha sendiri memang tidak mudah, saya tahu itu. Tapi, kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? Meskipun tahun ini gagal, harus selalu ada harapan untuk tahun depan. Lebih banyak belajar tentu saja.

Nah, inilah 5 keinginan dari antara sekian banyak keinginan yang belum tercapai hingga saat ini. Semoga dengan momen pergantian tahun, ada dorongan semangat untuk memperbaiki strategi, supaya bisa kembali meraihnya satu demi satu.

Ayo, semangat!

BPN 30 Day Blog Challenge, Challenge

Perlukah Kita Menyesal?

Tema kali ini adalah tentang penyesalan. Saya tipe orang yang “tidak suka” menyesal, meskipun sering juga menyesal karena suatu hal. Bagi saya, itu adalah sebuah kegagalan.

Ada beberapa hal dalam hidup kita yang tidak berjalan dengan mulus. Entah karena salah melangkah atau bagaimana. Yang saya tahu, penyesalan terjadi karena kita gagal dengan sesuatu.

Persiapan Itu Penting

Prinsip saya, kita tidak akan sampai di titik penyesalan jika telah mempersiapkan segala sesuatu dengan baik. Contohnya nih, kalau hujan, kita tentu harus mempersiapkan payung atau jas hujan. Jadi, kita nggak akan bilang, “Duh, nyesel nih kenapa tadi nggak bawa payung, ya?”

Nah, kadang-kadang ada orang yang menyesal karena abai pada persiapan. Dan saya paling males kalau sudah memperingatkan seseorang akan sesuatu–lalu diabaikan–kemudian menyesal.

Rasanya tuh pengen bilang, “Kan sudah dibilangin…”

Oleh karena itu, untuk menghindari penyesalan, saya selalu berusaha untuk melakukan persiapan sebaik mungkin sebelum melakukan atau menghadapi sesuatu. Biasanya, kalau usaha udah maksimal, entah hasilnya seperti apa, saya nggak akan sampai menyesal. Kecewa pasti, tapi menyesal tidak.

Tak Perlu Menyesal dengan Keputusan Sendiri

Saya suka heran kalau ada orang yang menyesal karena keputusannya sendiri. Bukankah hal itu dilakukan setelah melewati pertimbangan yang matang? Tentu, ada risiko atas setiap keputusan. Itu tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, jika sudah tahu risikonya, dan tetap diambil, berarti tidak perlu menyesal.

Berbeda halnya jika kita dihadapkan pada sesuatu yang bukan merupakan pilihan, dipaksa, atau terpaksa. Tentunya, kita bisa menyesali keadaan, tapi bukan diri sendiri.

Langkah Penyesalan

Saya rasa, setelah melewati banyak hal, yang paling penting dari segalanya adalah langkah yang diambil setelah mengalami penyesalan. Apa gunanya menyesal jika ternyata hanya sampai di situ.

Berharganya penyesalan adalah kalau seseorang tiba pada keinginan untuk memperbaiki diri dan melakukan sesuatu yang berbeda.

Jika hanya berwujud kekecewaan tanpa arti atau kemarahan pada diri sendiri maupun orang lain, hal itu hanya akan merusak diri sendiri. Jadi, jadikan penyesalan sebagai dorongan untuk menjadi lebih baik.

Salah satu hal yang saya sesali akhir-akhir ini adalah dalam merawat W. Ada banyak ketidaksempurnaan yang saya lakukan sebagai seorang ibu. Pasalnya macem-macem, mungkin karena saya tidak tahu, terlalu sibuk, atau menganggap enteng.

Namun, saya berusaha untuk terus banyak belajar. Saya selalu ingin berbuat lebih baik hari demi hari untuk membuat dia tumbuh menjadi lebih baik ke depan. Saya harap ini bukan keinginan yang mustahil.

Sekali lagi, dengan persiapan yang matang dan kesadaran atas setiap keputusan yang diambil, saya ingin menghalau setiap penyesalan tersebut.

Bagaimana dengan kamu? Pernah menyesal atau tidak?

BPN 30 Day Blog Challenge, Challenge

Mengapa Masih Menjadi Part Time Blogger

Saya terjun ke dunia blogging sejak lama. Namun, baru satu dua tahun terakhir ini bisa menghasilkan dari blog. Itu juga belum seberapa. Sebagai part time blogger, saya memang harus banyak belajar.

Ada alasan klasik mengapa saya masih menjadi part time blogger hingga saat ini, yaitu pekerjaan utama sebagai karyawan. Alasan lainnya mungkin lebih pada belum berani untuk sepenuhnya menggantungkan hidup pada dunia ini.

Tentu saja, itu dipicu oleh banyak faktor. Yang paling utama sih, karena belum siap aja. Saya ingin suatu hari bisa menjadi full time blogger, tapi persiapan bagi saya adalah hal yang utama, supaya tidak menyesal karena salah ambil keputusan.

Nah, karena saya sekarang dalam keadaan sebagai part time blogger, setidaknya ada beberapa hal yang bisa saya nikmati. Berikut di antaranya:

Pertama, saya dapat menikmati kegiatan menulis sebagai me time. Sesuatu yang membahagiakan. Sebuah kesempatan untuk melepaskan kepenatan rutinitas. Karena tidak ada tuntutan untuk harus mengikuti ketentuan ini dan itu, saya lebih bebas merefleksikan diri.

Kedua, menjadi part time blogger akan mendorong saya untuk lebih banyak belajar dari para senior. Wah, kalau melihat para blogger lain, saya masih bukan apa-apa. Jadi, merasa kurang layak aja disejajarkan dengan mereka. Status sebagai part time blogger adalah semacam kesempatan untuk menambah skill dulu.

Ketiga, saya masih bisa mendapatkan pemasukan tetap. Mengingat ada begitu banyak hal yang harus kami sediakan, mulai dari biaya daycare anak, mencicil rumah, biaya hidup sehari-hari, dan sebagainya. Saya mencoba untuk mensyukuri aja keadaan saya saat ini.

Ada suatu waktu, ketika saya pengen juga menjadi full time blogger, yang sepenuhnya bisa mengikuti setiap event, menghabiskan waktu untuk utak-atik blog, berjejaring dengan sesama blogger. Namun, setiap orang saya rasa memiliki pertimbangannya sendiri-sendiri. Saya salut kepada mereka yang berani mengambil pilihan itu. Dan saya berusaha untuk menikmati pilihan saya.

Baik full time blogger maupun part time blogger masih bisa bareng-bareng kok. Hal itu sudah saya rasakan, bersama teman-teman blogger hebat, saya masih bisa bertemu dan berkumpul tanpa harus membedakan mana yang hanya setengah maupun sepenuhnya.

Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk menikmati momen-momen terbaik apa pun pilihan yang kita ambil saat ini.