7 Hari Menulis

Mengatur Kembali Keuangan Pasca Liburan

Image by Celia Kathy Berk from Pixabay

Liburan panjang akhirnya usai juga. Kurang lebih seminggu kita bisa beristirahat sejenak dari rutinitas pekerjaan. Bagi yang merayakan, saya mengucapkan Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin, yaa.

Bagi yang tidak merayakan, ada kesempatan untuk bersantai yang cukup lama. Udah ke mana aja, nih?

Saya nggak ke mana-mana. HAHA. Kecuali mudik, sih! Itu juga terbilang dekat dan biasanya kami lakukan hampir sebulan sekali. Jadi, nggak ada yang terlalu istimewa.

Kegiatan di kampung pun biasa saja. Meskipun ada objek wisata yang cukup dekat (Goa Pindul–bisa ditempuh dalam waktu 20 menit), kami juga nggak ke sana. Ngeri sama ramenya.

Besok Senin, sebagian besar pekerja sudah mulai beraktivitas kembali. Semangatnya udah kembali, belum?

Memang agak susah ya back to reality setelah beberapa hari bermanja-manja ria tanpa tanggungan hehe. Tapi, wajib tetap on fire ya, apalagi bagi yang langsung disambut deadline.

Bukan hanya itu, jangan lupa untuk melongok kondisi dompet kembali. Pasalnya nih, selama liburan, seringnya nggak terpikir untuk menahan diri. Beli ini itu demi membuat rasa liburan lebih sempurna. Okelah, nggak apa-apa. Asal nggak kebablasan banget sih menurut saya masih wajar.

Nah, supaya kebiasaan “kran bocor” itu nggak terus berlanjut, sebaiknya segera diperbaiki.  Saya akan membagikan beberapa langkah sederhana untuk mengatur kembali keuangan pasca liburan.

1.Hitung semua dana yang masih dimiliki

Pulang liburan, waktunya untuk menghitung dana yang tersisa. Ingat, hari ini kita masih di tanggal 9 lho ya! Gajian bisa dibilang masih sangat jauh.

Jadi, dana tersisa ini akan kita gunakan untuk menyambung kehidupan usai liburan.

Ada yang sudah memikirkan hal ini jauh-jauh sebelum liburan? Bagus banget! Memang baiknya sih sudah terencana, biar bujet harian nggak ikut tergerus ke bujet liburan.

Kalau saya, sebagian besar tanggungan (cicilan, yang wajib dan memungkinkan untuk dibayar) sudah dilunasi semua sebelum libur. Jadi, sekarang tinggal mikir bagaimana kebutuhan sehari-hari.

Cara menghitungnya sederhana: berapa uang di dompet ditambah uang di rekening. Plus, kalau masih ada invoice yang belum cair (eits, kode!). HEHEHE. Lumayanlah untuk nambah-nambah mengisi tanki yang menuju kosong.

2. Hitung semua bujet wajib dan bujet perkiraan

Kalau masih ada yang belum dibayarkan untuk bulan ini, masukkan itu dalam pengeluaran. Begitu pula kalau ada yang merupakan pengeluaran rutin, misalnya belanja sehari-hari.

Dihitung secara perkiraan aja, bisa per hari atau per minggu. Lalu, tinggal dikalikan dengan jangka waktu sebelum gajian. Karena saya gajian awal bulan jadi ya masih sekitar 20 harian lagi. Lama juga.

Oh iya, jangan lupa, bensin, pulsa, listrik, beli gas, beli galon, dan sebagainya, termasuk sumbangan. Yak, banyak juga. Mending dihitung sejak awal supaya nanti bisa tahu berapa lagi yang harus dikeluarkan.

3. Lakukan penyesuaian

Hasilnya bagaimana? Kurang atau malah lebih? Hehe. Kalau kurang, tak masalah! Kita masih punya strategi penyesuaian. Apa itu?

Pertama, kurangi pengeluaran yang tidak perlu. Bujet belanja, misalnya, bisa ditekan sedikit. Bujet untuk hiburan (kalau ada) dihilangkan dulu, kan juga baru libur panjang dan senang-senang. Pokoknya, diusahakan supaya cukup dengan “tiang”nya.

Kalau sudah dan cocok, yak sip. Kalau masih belum, waktunya untuk menambah pemasukan. Hm, caranya bagaimana ya?

Zaman sekarang, ada banyak kesempatan. Nggak harus yang hasilnya gede-gedean, kecil-kecil pun tak mengapa. Kan yang penting adalah untuk menutupi kekurangan.

Hal yang utama di sini bukan modal berupa uang, tetapi skill. Biasa memasak? Jual lauk atau gorengan atau apalah yang tidak harus membutuhkan modal besar. Biasa menulis? Ya coba kirim ke media mana gitu, nanti kalau dimuat lumayan honornya.

Merasa nggak punya skill? Ahh, ada kok! Cari aja, pasti ada (*maksa haha). Tapi, bener. Kadang kita nggak sadar kalau itu bisa menghasilkan uang. Kalau diasah ternyata potensial juga.

4. Bisa pinjam, tapi harus bijak

Masih kurang juga? Hm, langkah terakhir adalah pinjam dulu. Bulan depan tapi harus diganti ya. Meskipun kesannya jadi gali lubang tutup lubang, tidak masalah asal nggak keterusan.

Ingat juga bahwa soal pinjam-meminjam ini adalah urusan yang nggak mudah dan menjadi beban bagi kita sendiri. Jadi, kalau bisa dihindari, kenapa nggak. Cuma, kalau memang udah nggak ada celah ya bisa sebagai solusi.

Perkara pinjaman juga harus bijak ya. Benar-benar digunakan sesuai keperluan. Jangan hanya pinjam untuk keinginan yang tidak penting karena bayarnya “abot”.

Selain itu, sebaiknya pinjamlah di tempat yang tepat. Soal kriteria yang tepat ini masing-masing mungkin beda pendapat. Secara umum, aman dan bunganya tidak mencekik.

Inilah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatur kembali keuangan pasca liburan. Sederhana, bukan?

Saya harap, kita semua hanya sampai di bagian tiga ya, hehe. Itu artinya, kita sudah berhasil melewati liburan dengan baik dan mengelola uang dengan tepat.

Nah, bagaimana dengan kamu, apakah liburannya menyenangkan? Sudah mengatur keuangan kembali? Bagikan tips lainnya di kolom komentar, dong. Siapa tahu menginspirasi juga! 🙂

Informasi

Tanda Radang Tenggorokan yang Berbahaya

Radang tenggorokan tak melulu sepele. Penyakit ini juga bisa berbahaya dan menyebabkan berbagai komplikasi merugikan.

Radang tenggorokan merupakan penyakit langganan yang terjadi saat musim pancaroba. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri ini bisa memberikan beragam gejala yang bisa sangat mengganggu penderitanya.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, radang tenggorokan bisa menyebabkan gejala tenggorokan terasa kering dan gatal. Selain itu, penyakit ini juga dapat menyebabkan hidung meler, bersin, sakit kepala, batuk, dan badan melas.

“Jika gejala-gejala tersebut muncul, Anda sebaiknya segera berusaha agar bisa segera sembuh,” kata dr. Vita.

Jika dibiarkan, lanjut dr. Vita, radang tenggorokan bisa semakin parah. Penderita biasanya akan mengalami gejala-gejala yang lebih mengganggu, seperti:

• Sulit bernapas
• Tenggorokan terasa nyeri dan sulit menelan
• Amandel bengkak, merah, dan terdapat bercak berwarna putih
• Muncul bercak kemerahan di langit-langit mulut
• Leher bengkak
• Mulut sulit dibuka
• Demam tinggi, yaitu lebih dari 38 derajat Celcius
• Pembesaran kelenjar getah bening leher
• Muncul darah dari dahak
• Adanya nanah di belakang faring (abses retrofaring)
• Adanya nanah di dalam amandel (abses pritonsil)
• Radang ginjal
• Demam dengan munculnya bercak merah pada kulit (scarlet).

Radang tenggorokan dengan gejala-gejala di atas perlu segera ditindak oleh dokter. Jika tidak dan dibiarkan terus berlanjut, komplikasi berupa penyebaran infeksi ke area amandel (tonsilitis), sinus (sinusitis), dan area telinga bagian tengah (otitis media) sangat mungkin terjadi.

Bila sudah seperti ini, keluhan yang bisa terjadi akan benar-benar mampu menurunkan kualitas hidup orang yang mengalaminya. Bahkan, bukan tidak mungkin bahwa seorang yang mengalami komplikasi akibat radang tenggorokan menularkan penyakitnya ke orang lain yang ada di sekitar.

Oleh karena itu, jangan anggap sepele radang tenggorokan. Jika Anda mengalami tanda atau gejala yang mengarah pada radang tenggorokan tahap awal, sebaiknya segera lakukan pengobatan. Jangan tinggal diam, apalagi jika Anda tidak ingin mengalami berbagai komplikasi merugikan.

Informasi

Tingkatkan Stamina Tubuh Dengan Melakukan Beberapa Hal Berikut Ini

Gambar oleh 5132824 dari Pixabay

Stamina yang prima sangatlah dibutuhkan agar tubuh bisa beraktivitas sepanjang hari. Sebab, stamina bisa membantu Anda agar bisa aktif bergerak dan fokus dalam aktivitas sehari-hari. Sayangnya, belum semua orang memiliki stamina tubuh yang prima. Lalu, bagaimana cara untuk meningkatkan stamina tubuh? Inilah dia beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

Mengatur pola istirahat

Gambar oleh PublicDomainPictures dari Pixabay

Istirahat memiliki manfaat yang baik untuk tubuh Anda. Selain dapat menjaga kesehatan tubuh, istirahat juga dapat membantu meningkatkan stamina Anda. Sehingga, agar stamina tubuh meningkat, Anda sangat dianjurkan untuk memiliki pola istirahat yang cukup dan teratur setiap harinya.

Untuk menjaga pola istirahat secara teratur, Anda bisa mencobanya mulai dari menentukan jam tidur setiap harinya. Tentukan juga durasi tidur yang dibutuhkan sesuai dengan usia Anda. Meskipun istirahat baik untuk meningkatkan stamina, namun bukan berarti tidur terlalu baik untuk tubuh Anda. Oleh karena itu, sesuaikan waktu tidur dengan usia dan jaga pola istirahat agar teratur setiap harinya.

Menghindari stress

Gambar oleh silviarita dari Pixabay

Ketika Anda stress, maka tidak hanya pikiran Anda saja yang merasakan beban namun juga tubuh Anda. Biasanya, tubuh akan merespon rasa stress yang Anda rasakan dengan merasa sakit. Selain itu, tubuh juga akan merespon rasa stress tersebut dengan tubuh yang lebih lemas dan tidak bertenaga sepanjang hari. Inilah yang dapat membuat stamina tubuh Anda menurun dan membuat Anda lebih mudah lelah.

Agar stamina tubuh tetap terjaga dan meningkat, Anda perlu menghindari stress setiap harinya. Anda bisa mengalihkan hal-hal yang bisa mengakibatkan stress dengan aktivitas yang positif dan bisa membuat Anda merasa bahagia. Sehingga, rasa stress dapat dihindari dan stamina pun akan lebih terjaga serta meningkat secara perlahan.

Sertakan juga segelas susu di pagi hari sebagai sumber energi untuk mengawali hari Anda. Anda juga bisa mengonsumsi susu full cream yang lebih praktis agar dapat dikonsumsi sehari-hari. Sehingga, tubuh jadi lebih bertenaga dan sehat lewat asupan nutrisi dari susu tersebut.

Informasi

4 Cara Punya Tabungan Bulanan untuk Millenial

Image by Pexels (www.pexels.com)

Generasi milenial memang terkenal dengan sikap konsumtifnya yang membuat budaya menabung menjadi tabu.

Milenial rela mengeluarkan uang yang tak sedikit demi eksis di media sosial. Sayangnya, kebanyakan pengeluaran milenial lebih besar daripada pemasukan sehingga akhirnya tidak memiliki tabungan.

Nah, berikut beberapa pilihan yang bisa dijadikan referensi bagi milenial yang mulai ingin menabung.

1. Menyisihkan sebagian budget pengeluaran

Menabung dapat dimulai dengan cara mengatur pengeluaran dengan bijak dan menyisihkan sebagian untuk disimpan. Cara yang paling efisien dalam memangkas pengeluaran adalah dengan memanfaatkan promo, terutama pada pertengahan bulan ketika gaji sudah mulai menipis.

Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, kini sudah ada aplikasi yang memungkinkanmu untuk mengetahui brand mana saja yang sedang memberikan promo, seperti aplikasi Giladiskon. Bahkan, dengan menjadi member GD+ kamu bisa menikmati promo khusus yang diberikan oleh brand partner Giladiskon.

Dengan cara ini, kamu bisa menyelamatkan sisa-sisa gajimu dari pengeluaran yang berlebihan. Kamu juga tidak perlu repot lagi harus mengikuti semua akun media sosial brand agar selalu ter-update tentang promo apa saja yang sedang berjalan.

Hanya dengan download aplikasi Giladiskon dan menjadi member GD+, kamu sudah dapat menikmati promo sepuasnya dari berbagai macam brand contohnya untuk F&B seperti KFC, McDonald’s, Shilin, dan lainnya yang akan terus bertambah. Ada juga promo dari berbagai supermarket seperti Giant, Lotte Mart, Hypermart, dan lain-lain yang dapat kamu manfaatkan untuk memangkas budget belanja bulanan.

Selain itu, promo dari berbagai macam brand Fashion hingga Entertainment juga dapat dinikmati sepuasnya sepanjang tahun khusus hanya untuk member GD+. Pastinya promo yang diberikan akan memberikan kamu keuntungan dan memungkinkan kamu untuk berbelanja dengan lebih hemat dan cerdas sehingga sebagian uangmu bisa ditabung tanpa mengorbankan eksistensi di media sosial.

Bahkan di Giladiskon juga ada money back guarantee bagi kamu yang merasa tidak ‘balik modal’ dari promo yang diberikan oleh brand partner GD+ dalam waktu 3 bulan sebagai member GD+. Untuk melakukan klaim garansi inipun prosesnya sangat mudah dimana kamu hanya perlu menghubungi pihak Giladiskon melalui channel yang tersedia, dan uang akan kembali 100%. Dengan jaminan uang kembali ini, kamu bisa menikmati voucher sepuasnya tanpa perlu khawatir.

Untuk pengguna Android, kamu dapat secara langsung mengunduh aplikasi Giladiskon dan memanfaatkan promo yang ditawarkan oleh berbagai macam brand. Sedangkan untuk pengguna iOS, untuk saat ini kamu bisa mengunjungi www.giladiskon.com terlebih dahulu hingga aplikasi diluncurkan di App Store. Tunggu apalagi, segera download aplikasi Giladiskon dan daftarkan diri kamu sebagai member GD+ hanya dengan Rp100.000,- per tahun untuk menikmati promo sepuasnya! Sangat terjangkau bukan?

2. Mencari pendapatan tambahan

Jika pengeluaran tidak dapat dikurangi, maka kamu bisa mencoba mencari pendapatan tambahan yang hasilnya dapat ditabung. Tentunya ada berbagai macam cara untuk bisa menghasilkan pendapatan tambahan, di antaranya yang sedang populer adalah dengan menjadi mitra pengemudi Gojek dan Grab. Namun, pekerjaan sampingan ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Kini, ada cara lain untuk menabung yang bisa dilakukan oleh millennial yang membutuhkan lebih sedikit waktu, yaitu dengan memanfaatkan program referral yang memungkinkan kamu untuk mendapatkan bonus jika orang lain menggunakan tautan link atau user ID milikmu untuk melakukan pendaftaran pada suatu website atau aplikasi. Salah satu program referral yang dapat dimanfaatkan adalah program referral dari GD+, fitur terbaru aplikasi Giladiskon bagi para pecinta diskon.

Fitur GD+ ini merupakan fitur membership berbayar untuk dapat menikmati promo sepuasnya hanya dengan Rp 100.000 per tahun. Ketika teman atau kerabat daftar menjadi member GD+ menggunakan user ID milikmu, maka mereka akan mendapatkan potongan harga member sebesar Rp 25.000 dan kamu akan mendapatkan bonus sebesar Rp 50.000 (berlaku kelipatan). Misalnya, ada 5 orang yang bergabung menjadi member GD+ menggunakan user ID milikmu, maka bonus yang kamu terima adalah sebesar Rp 250.000.

Tentunya bonus ini dapat diambil dari akun GD+ kamu sehingga dapat dijadikan sebagai pemasukan tambahan untuk kebutuhan apapun. Untuk bisa memiliki mengikuti referral program ini, kamu harus menjadi member GD+ terlebih dahulu.

Image by Pexels (www.pexels.com)

3. Nabung Emas

Cara ini merupakan alternatif menabung yang dapat dilakukan dengan mudah oleh millennial. Jika kamu memiliki uang lebih untuk ditabung, ada baiknya membeli emas tersebut dengan tunai. Namun, pilihan cicilan juga tidak masalah walaupun tentu akan ada biaya tambahan yang dikenakan. Hal ini akan bergantung pada platform atau institusi yang Anda percayai untuk tabungan tersebut.

Perlu diingat, untuk menabung emas, pastikan kamu memilih platform terpercaya yang namanya sudah dikenal oleh banyak orang.

4. Nabung di P2P Lending

Bagi milenial yang melek berita mengenai perkembangan fintech belakangan ini pasti sudah mulai akrab dengan istilah P2P (Peer-to-Peer) lending. Platform fintech yang menggunakan mekanisme ini memungkinkan kamu untuk menginvestasikan uang yang dimiliki kepada bisnis menengah yang nantinya akan dikembalikan dengan bunga yang telah ditetapkan bergantung pada risiko bisnis tersebut.

Berinvestasi di P2P lending umumnya memiliki minimal nilai investasi yang lebih terjangkau daripada berinvestasi di pasar saham. Selain itu, biasanya risiko yang dihadapi pun masih dapat diatasi oleh investor pemula sehingga P2P lending dapat dijadikan alternatif platform menabung bagi milenial. Jika kamu sudah memahami cara berinvestasi di P2P lending, kamu bisa mencoba berinvestasi di pasar saham yang memungkinkan kamu untuk mendapatkan hasil yang jauh lebih besar namun dengan risiko yang lebih besar pula.

Inilah 4 cara menabung yang bisa milenial coba. Bagaimana, apakah kamu tertarik mencoba salah satunya?

Melatih Keberanian Anak

[Project A] Melatih Keberanian Anak

Hola!

Bertemu kembali dengan saya di sini.

Agak tergerak untuk menulis karena baru saja membaca beberapa blog parenting yang berkisah tentang aktivitas bersama anak. Aha, pengen juga sebenarnya rajin posting untuk berbagi pengalaman. Tapi, tapi, seperti “penyakit” yang kerap menggerogoti semangat menulis para bloher adalah inkonsistensi. Sekarang semangat, besok redup! Hahaha.

Ya, baiklah karena saat ini dalam situasi rada semangat, mari kita mencoba untuk memulai menulis..

Udah “mencoba”.. masih pake kata “memulai”.. hmm terkesan mengkhawatirkan nih 

Oke, lanjut!

Kali ini, saya ingin mengulas tentang “mode” BERANI yang ada di dalam diri anak.

Sebenarnya, kalau boleh menganalisis dikit, seorang anak memiliki keberanian yang alami dan spontan. Namanya anak-anak, mereka belum memahami tentang “dampak” atau “akibat” yang akan muncul dari suatu aktivitas. Jadinya, nggak ada kata takut dalam kamus mereka. Rasa takut pada umumnya muncul ketika kita sudah pernah mengalami sesuatu dan merasakan hal yang tidak enak dari sana.

Akan tetapi, rasa takut juga bisa muncul ketika kita mendengar dan menghayati apa yang orang-orang katakan tentang aktivitas tersebut. Akibatnya, kita membayangkan (tentu saja dengan melebih-lebihkan) hal-hal buruk terjadi.

Nah, tampaknya itulah yang dialami W beberapa waktu terakhir ini.

Dalam hal ini, orangtualah yang perlu berbenah diri. Kami akui juga beberapa kali kami melarang dia untuk melakukan sebuah kegiatan karena (1) biar nggak repot kalau terjadi sesuatu, (2) khawatir berlebihan, (3) sebagai senjata supaya anak mau diam.

Contohnya sederhana. Misalnya nih dia mau main pasir di luar. Karena kondisinya dia sudah mandi dan bersih, otomatis kami melarangnya untuk bermain pasir. Ya nanti kalau kotor gimana? Harus bersihin lagi dong. Sementara, orang tua punya banyak kerjaan. Intinya, repotlah harus melakukan dua kali pekerjaan.

Supaya W mau dengerin perkataan kami, secara spontan kami pun mengeluarkan pernyataan yang sebenarnya kurang baik efeknya. Contoh: “Hiy, nanti kamu digigit semut, lho!” atau “Nanti ada binatang, terus bikin gatal-gatal!”

Akhirnya, W jadi mikir nih. Jadi, main pasir itu menakutkan, ya!

Padahal, tujuan utama orang tua sama sekali bukan itu. Pada kondisi yang oke, dia boleh saja bermain pasir, yaitu ketika dalam pengawasan orang tua. Karena orang tua tidak mampu menyediakan kesempatan itu, akhirnya anak dibatasi.

Ini adalah salah satu contoh saja yang sebenarnya perlu diubah.

Dampaknya sekarang adalah anak masih mau bermain pasir, tetapi dengan selalu menggunakan sendal. Mengapa? Khawatir digigit binatang. Kalau ada binatang, dia juga suka bergidik ngeri gitu dan bilang, “Hiy!”

Selain soal itu, masih ada banyak hal lain yang menunjukkan bahwa W memiliki rasa takut yang cukup besar. Ia takut ketinggian sehingga kalau bermain di taman bermain nggak berani manjat tinggi-tinggi.

Oleh karena itu, langkah pertama adalah orang tua mengakui kesalahan yang satu ini. Kedua, orang tua harus berani ambil keputusan untuk memperbaiki diri. Beberapa hal yang perlu diperbaiki adalah:

  • Mengubah cara untuk mengatakan sesuatu
  • Menyediakan waktu yang cukup untuk mendampingi anak sehingga tidak perlu lagi menakuti anak
  • Mendorong kembali keberanian anak untuk mencoba sesuatu dengan catatan harus bersama dengan orang tua.

Nah, kira-kira itulah gambaran besar dari proyek kali ini.

Targetnya sih anak bakal lebih BERANI mencoba. Karakter ini penting bagi dia kelak ketika dewasa supaya tidak kalah sebelum berperang. Anak juga akan belajar untuk memahami konsekuensi. Belajar untuk menerima rasa sakit atau kegagalan. Dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjalani sesuatu dan terhindar dari hal yang kurang baik.

Jadi, begitulah latar belakang mengapa saya ingin melakukan hal ini.

Kalau bukibuk lain pernah merasakan pengalaman atau kekhawatiran serupa, nggak? Bolehlah sharing tentang strategi yang dilakukan supaya anak lebih BERANI.

Informasi

Cara Meredakan Sakit Akibat Luka Bakar

Sumber foto: www.pexels.com

Pernahkah Anda mengalami luka bakar? Ketika terkena benda panas, kulit manusia akan melepuh, bahkan bisa rusak. Jadi, tidak heran jika orang yang mengalami luka bakar akan merasakan kesakitan yang luar biasa. Sesaat setelah mengalami luka bakar, kulit biasanya akan terasa panas dan sakit. Oleh karena itu, perlu sekali untuk langsung menggunakan pereda sakit, yaitu dengan mengoleskan salep untuk luka bakar.

Namun, bukan hanya menggunakan salep, Anda juga bisa meredakan sakit akibat luka bakar dengan bahan-bahan alami seperti berikut ini:

1. Minyak kelapa

Jika luka bakar Anda diakibatkan oleh tersiram minyak panas,  sebaiknya jangan langsung khawatir. Olesi kembali bagian yang tersiram minyak panas dengan minyak kelapa yang dingin atau tidak panas. Dengan begitu, rasa sakit dan panas akan sedikit mereda. Namun, pengolesan ini harus langsung setelah kejadian, yaitu ketika kulit belum menunjukkan reaksi seperti melepuh atau menghitam.

2. Mentimun

Anda juga bisa menggunakan mentimun. Caranya yaitu dengan memarut mentimun hingga halus, kemudian tempelkan parutan mentimun di area yang terkena luka bakar. Rasa dingin dari kandungan air mentimun akan meredakan sakit dan panas pada kulit akibat luka bakar. Mentimun tentunya sangat mudah ditemukan sehingga cara ini banyak sekali digunakan untuk pereda sakit akibat luka bakar.

Foto by www.pexels.com

3. Dikompres dengan air suhu ruangan

Anda juga bisa sesekali mengompres bagian kulit yang panas akibat luka bakar dengan air yang memiliki suhu ruangan. Jangan menggunakan air hangat, apalagi air es yang terlalu dingin. Namun, pengompresan hanya dianjurkan untuk luka bakar ringan.

Itulah beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk meredakan sakit akibat luka bakar. Perlu diketahui, bahan-bahan ini hanya dianjurkan untuk luka bakar ringan. Jika luka bakar yang Anda alami cukup parah, segeralah pergi ke dokter dan konsultasikan. Pasalnya, jika tidak ditangani secara medis, luka bakar dapat menyebabkan kerusakan pada sel kulit dan organ lainnya. Rasanya juga pasti sakit dan dikhawatirkan dapat menyebabkan infeksi. Cek lebih lanjut tentang kesehatan di https://www.goapotik.com/.

Review

Club Alacarte, Aplikasi Premium Untuk Menjelajah Kuliner Secara Elegan dan Eksklusif

Picture by www.pexels.com

Pernah nggak sih kamu mengalami kejadian memalukan saat fine dining di sebuah resto berkelas, lalu pasangan dengan noraknya bertanya kepada waitress, “Ada potongan harga, nggak?” Haduh! Saya pernah, meskipun bukan di tempat yang mewah-mewah banget. Namun, semua orang yang datang ke tempat itu berpakaian rapi, termasuk kami.  Ceritanya sih, kami sedang merayakan satu bulan pernikahan. Jangan ketawa, yah! Konon katanya 3 bulan pertama pernikahan dunia terasa seperti surga.

Mendengar pertanyaan itu, si waitress cuma menggeleng sambil tersenyum sopan. Saya menunduk aja menatap piring, sendok, dan garpu. Nggak mau membayangkan berapa pasang mata yang menoleh ke tempat duduk kami diam-diam. Dalam hati menggerutu, si abang kok nggak tahu tempat banget, sih! Haha! Memaaang, kami berdua sangat berkomitmen untuk selalu menghemat pengeluaran. Meskipun kala itu uang bisa dibilang nggak kurang. Gaji pun rasanya cukuplah untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup standard. Tapi, kalau ada peluang untuk melakukan penghematan—dengan berburu potongan harga, misalnya—kenapa, nggak? Itu prinsip kami.

Cuma, dari level “keberanian”, saya akui nyali saya lebih kecil. Akhirnya, si suamilah yang biasanya inisiatif maju duluan untuk bertanya. Mottonya: Lebih baik bertanya, pantang menyesal karena sudah telanjur bayar! Padahal ya, kalau misalnya ternyata ada diskon gede, sayalah yang paling bersorak gembira.

Tapi, sejak kejadian di resto itu, saya menjadi agak keder juga urusan diskon-diskonan ini. Soalnya, pas bayar di kasir, rasanya tertuduh gitu oleh pandangan mata para waitress dan pengunjung di sana. Dikira nggak bisa bayar, apa? Hehehe. Setelah itu, saya selalu wanti-wanti ke suami duluan sebelum kami membeli sesuatu, baik makanan atau barang apa pun, supaya kami mendiskusikan dulu di luar segala kemungkinan tentang ihwal potongan harga. Kalaupun mau nanya, jangan frontal gitu!

Kenalan Sama Alacarte

Suatu saat, saya kenalan sama sebuah aplikasi. Saya memang hobi nyoba aplikasi-aplikasi baru di Google Play. Nama aplikasi mobile ini Club Alacarte. Intinya, sih melalui Club Alacarte, kita bisa menikmati diskon di sejumlah resto maupun gerai tanpa perlu mencuri perhatian.

Ada 2 fitur utama yang akan kita temukan di Home aplikasi, yaitu “Dining” dan “Lifestyle & Retail”. Dining berisi sejumlah resto yang bekerja sama dengan Club Alacarte. Resto-resto ini menyediakan tawaran promo khusus untuk pengguna aplikasi. Lifestyle & Retail berisi beberapa gerai yang memenuhi kebutuhan gaya hidup, mulai dari klinik kecantikan, spa, hingga laundry.

Lalu, apa saja tawaran promo yang tersedia di Alacarte? Secara umum, ada 3 tipe tawaran yang bisa kita pilihyaitu Beli 1 Gratis 1, % Off, dan IDR Off. Masing-masing tipe memiliki keunggulan, ya.

Contoh kasusnya seperti ini: Suatu saat, kita ingin makan di luar bersama pasangan, nih! Supaya hemat, kita bisa menggunakan tawaran promo 1 For 1. Jadi, ketika kita membeli satu item, kita bisa mendapatkan satu item lain dengan harga yang lebih murah atau sama secara gratis. Hmmm, sangat menggoda, bukaaann?

Lalu, ada pula promo % Off, yaitu potongan harga 50% untuk lifestyle item yang kita beli. Penting loh ini! Khususnya bagi para wanita yang ingin menikmati treatment dari salon tanpa harus menderita kanker (kantong kering). Kalau suami tanya, kita bisa agak membela diri dikitlah. Kan, diskon 50%??

Selain itu, ada pula IDR Off, yaitu potongan harga setelah melakukan pembelanjaan minimum. Berapa potongan harganya? Beda-beda tergantung retailnya. Kita bisa langsung cek dulu di aplikasinya sebelum berbelanja dengan ((DIAM-DIAM)). Itulah menariknya sistem yang digunakan oleh Club Alacarte. Kita tuh nggak perlu lagi tanya-tanya ke pegawai gerai (karena kadang bikin malu) atau menghidupkan radar dengan mata jelalatan nyari banner promo.

Tawaran promo untuk Dining (dokpri)
Tawaran promo untuk Lifestyle &Retail (dokpri)

Kita hanya perlu buka aplikasi, lalu cek penawaran yang sedang berlaku. Cara Redeem pun gampang banget. Saat hendak membayar bill, klik Redeem, masukkan PIN, pihak resto juga memasukkan PIN, dan taraa.. kita langsung mendapatkan potongan harga. Berkelas dan elegan! Dan tanpa drama.

Oh, iya, bagi pasangan yang sering “perang mendadak” karena pertanyaan klasik, “Mau makan di mana?”, aplikasi ini juga ada gunanya, lo! Jadi, kita tinggal scrolling aja deh tuh resto-resto yang tersedia. Saya sih yakin, tawaran diskon kayak gini akan membuat kamu langsung tahu jawabannya.

Yang perlu diingat adalah bahwa aplikasi Club Alacarte berbasis sistem membership. Jadi, bukan semacam tulisan “SALE” di lorong mal yang berlaku untuk sejuta umat. Nggak! Ini tuh aplikasi premium. Mau jadi anak emasnya?? Gampaaangg. Kita tinggal daftar aja jadi member. Hari gini, punya status keanggotaan itu penting, loh! Ada 3 pilihan membership yang tersedia, yaitu 1 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan.  Jadi, selama jangka waktu itu, kita bebas nongkrong di resto mana pun yang kita mau! Asal punya waktu aja.

Apakah membership-nya bayar? Gini ya, dengan fasilitas yang ditawarkan oleh Club Alacarte, rasanya tidak akan rugi membayar biaya membership di Club Alacarte. Tarifnya pun fleksibel karena disesuaikan dengan jangka waktu yang dipilih. So, nggak perlu merasa sia-sia membuang uang jika pada akhirnya akan berguna untuk kita.

Misalnya nih, kita adalah warga lokal Jakarta (untuk sementara Club Alacarte memang baru ada di Jakarta, ya. Semoga dalam waktu dekat juga bisa ke daerah-daerah lain) dan kita cinta mati sama dunia kuliner, langsung daftar membership 12 bulan aja, Kak! Tapi, kalau kita masih galau untuk berkomitmen dan pengen nyoba dulu, kita bisa pilih opsi membership 1 bulan.

Pakenya Mudah, Nggak?

Berbicara mengenai mobile application, salah satu poin mendasar yang sangat penting adalah apakah aplikasi ini user friendly atau ramah pengguna? Di mana-mana, yang namanya “ramah” pasti laris, ye kan! Soalnya, kalau nggak user friendly, kita yang pake jadi bete sendiri. Udah laper, aplikasi ngadat, kencan jadi gagal, sempurna deh!

Nah, di sini saya coba merangkum beberapa hal tentang kualitas aplikasi Club Alacarte berdasarkan pendapat yang seobjektif mungkin.

Pertama, nggak bikin lambat smartphone kamu. Pasti sebel banget kan kalau kita install aplikasi, lalu respons gadget menjadi agak lambat. Apalagi kalau smartphone udah dipenuhi oleh beragam aplikasi nonton dan game. Karena cukup ringan, kamu nggak perlu waswas. Cumaa.. pada saat mau install aplikasi, kamu memang harus agak sigap nih karena waktu untuk pengisian kode verifikasi sangat singkat, yaitu kurang dari 10 detik. Ada baiknya, nyalakan notifikasi email supaya langsung terlihat.

Kedua, desainnya sederhana. Sering nggak sih kamu bingung (atau malah puyeng) ketika buka aplikasi dan ada banyak macam perintilan kecil-kecil di tiap sudut. Butuh perjuangan batin banget untuk milih mana yang harus diklik duluan. Di Club Alacarte, kamu hanya akan dihadapkan pada 2 pilihan saja. NO! Ini bukan POLITIK, yes! Intinya, kamu akan “terbantu” banget untuk mengenali keinginan diri sendiri. Mau makan? Atau cari kebutuhan lifestyle? Udah. Itu aja.

Dengan kombinasi warna yang elegan dan bikin adem pandangan, kamu pun akan semakin santai menentukan pilihan. Di sini juga nggak ada ornamen-ornamen yang nggak penting. Semua tombol yang kamu lihat di aplikasi Club Alacarte sangat fungsional dan berguna.

Ketiga, mudah digunakan. Setelah menentukan pilihan, kamu akan langsung disapa dengan pilihan TOP PICKS yang sedang trending. Jadi, kamu tinggal klik salah satunya. Nggak perlu khawatir jika nama-nama resto ini terdengar asing karena ada informasi singkat pada setiap pilihan, mulai dari alamat, nomor telepon, dan menu beserta harganya. Bahkaaan, ada pintasan langsung ke akun IG dan Facebook resto yang dimaksud. Waw!

Top Picks untuk Lifestyle (dokpri)
Top Picks untuk Dining (dokpri)

Di halaman yang sama, tersedia fitur “Your Offers”, yaitu pilihan promo yang tersedia, termasuk ketentuan yang berlaku. Saat klik Redeem, kamu juga akan mendapatkan informasi mengenai perkiraan penghematan yang bisa kamu lakukan. Ahh, ini nih yang suka bikin tersipu! Hahaha. Oh, ya, saking mudahnya, kamu nggak perlu kursus singkat dulu untuk bisa pakai aplikasi ini. Yang penting niat dan semua akan dimudahkan. Yes!

Keempat, paham dengan konteks pengguna. Tak berlebihan jika dikatakan bahwa member Club Alacarte adalah masyarakat gaul milenial yang sibuk dengan berbagai urusan. Jadi, soal cari makan pada umumnya dikerjakan sembari menyelesaikan aktivitas lain. Apakah itu memungkinkan untuk pengguna Club Alacarte? Iya, banget. Dengan model box tersusun rapi dan font yang jelas, cukup mudah untuk pilih-pilih opsi tertentu, termasuk untuk menggali informasi yang diperlukan.

Kelima, ada support 24 jam. Mengalami error atau masalah saat menggunakan aplikasi? Ini bisa jadi nightmare, lo. Apalagi jika ada hubungannya dengan duit. Nah, di Club Alacarte, kamu akan dimanjakan dengan layanan 24 jam sepanjang minggu via email. Kamu bisa melayangkan surat keberatan, masukan, atau saran, asal jangan surat cinta. Dukungan berupa aturan penggunaan pun tersedia lengkap dan mudah dipahami.

Alamat yang bisa kamu hubungi (dokpri)

**

Nah, inilah review singkat saya mengenai aplikasi Club Alacarte. Dengan kemudahan yang kini disediakan aplikasi ini, kamu nggak perlu lagi menjadi korban selanjutnya atas situasi awkward seperti yang pernah saya alami. Kamu juga bisa menikmati pengalaman menjelajah kuliner di berbagai resto dan menikmati layanan eksklusif dari lifestyle & retail yang tersedia dengan lebih ELEGAN. Oh, ya, kamu bisa mengunjungi website Club Alacarte untuk informasi lebih lanjut, ya! Semoga bermanfaat.

Uncategorized

Srikandi Gali Potensi Diri, Jadi Tiang Penyangga Keluarga

Suasana di acara pameran. Foto: dokpri.

Adalah Rukiyanti, seorang wanita bertubuh mungil dengan raut wajah teduh menyapa ramah saat saya mendekati mejanya. Ceriping pisang berwarna coklat cerah tampak berderet menggoda di depannya. Karena saya dan keluarga menyukai aneka makanan renyah dan kriuk macam keripik ini, saya berniat untuk membelinya.

“Ini berapa, Bu?

“Sepuluh ribu saja, Mbak.”

Saya menimang bungkusan itu. Cukup besar dan berisi. Tanpa ragu, saya mengeluarkan dompet dan mengambil 2 lembar Rp10.000. “Saya beli dua ya, Bu..” Dengan terampil, ia pun memasukkan pesanan saya ke dalam kantong.

 

Ceriping Pisang Bu Rukiyanti

 

Ibu Rukiyanti sedang mengemas produk. Foto: dokpri

Rukiyanti telah memulai bisnis ini sejak lama, bahkan sebelum gempa melanda Jogja. Saat ini, ia menjadi tulang punggung keluarga karena suami sedang sakit dan tidak bisa bekerja. “Tapi, suami saya masih bisa ikut bantu-bantu di rumah,” kata Rukiyanti. Wanita ini bersyukur, ia sempat mengikuti beberapa pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) DIY. Lewat event tersebut, ia bisa mendapatkan ilmu serta teman baru.

“Melalui pameran-pameran seperti ini, saya juga bisa jual produk saya. Sebagian lagi saya titipkan ke toko-toko. Ada juga reseller yang ngambil langsung di rumah, daerah Kweden, Trirenggo, Bantul,” lanjut Rukiyanti. Menurutnya, produk dengan label Criping Pisang Ruky Ngudi Rejeki ini terjamin karena tidak menggunakan minyak goreng curah. “Pisangnya pun pisang kepok kuning.”

Di sebelah meja Rukiyanti, seorang ibu dengan usia yang kira-kira tidak jauh berbeda, menjual beberapa macam produk. Salah satu yang menurutnya paling unggul adalah serundeng kremes. Mengusung label Camikhoo, Ada 2 varian serundeng yang tersedia, yaitu Original dan Pedas. Ada pula Abon Tuna dan Abon Lele. “Ayo dicoba, Mbak. Enak, lo kalau dicampur dengan nasi anget-anget..”

Serundeng kremes dari Camikhoo. Foto: dokpri

Ahh, seketika saya langsung membayangkan kalimat si ibu. Bener juga, nih! Sepiring nasi hangat dengan taburan serundeng lezat, siapa yang bisa menolak? Tanpa pikir panjang, saya pun membeli satu bungkus yang rasa Original. (Di rumah, ketika ide si ibu saya praktikkan, bener rasanya memang maknyus. Harum serundeng benar-benar menggugah selera makan).

Masih belum puas, saya pun melihat-lihat lebih banyak produk kuliner di Pameran Pesta Kuliner Rakyat yang diadakan oleh Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta bersama PLUT-KUMKM DI Yogyakarta ini. Di barisan paling ujung, saya disapa oleh seorang ibu. Namanya Rismiyati.

“Mbak, ini ada sirup kunir asem. Enak lo, Mbak! Ayo dicoba.. Ini bagus buat wanita kalau lagi menstruasi. Biar lancar dan tidak sakit,” ujarnya dengan penuh semangat. Saya berhenti sejenak. Selain sirup, ada pula kemasan berukuran sedang. Di bungkusnya tertulis Jahe Secang Instan Herbal Damar.

Kemasan jahe secang. Foto: dokpri
Ibu Rismiyanti sedang menjelaskan keunggulan produknya. Foto: dokpri

“Kalau ini, apa Bu?”

“Oh, ini jahe secang, terbuat dari jahe dan kayu secang. Nanti Mbak bisa lihat saja di Google, apa manfaat kayu secang… Ada banyak khasiatnya bagi kesehatan.”

Rismiyanti pun menjelaskan, kayu secang dikombinasikan dengan jahe supaya rasanya lebih enak. Selain jahe, ada pula bahan cengkeh, serai, dan kayu manis, di dalamnya. Wah, lengkap banget! “Produk ini bisa tahan sampai 4-5 bulan,” kata Rismiyanti.

Wanita ini sudah memulai bisnis membuat jahe secang sejak 6 tahun lalu. Saat itu, ia mendapatkan ide dari Simbok (Ibu) yang belajar dari mahasiswa yang KKN di desa mereka. “Tapi, ibu saya nggak bikin. Dia cuma cerita saja. Dia bilang, ‘Ris, ini ada anak KKN yang ngandani gawe jahe instan. Enak, lo!’ Nah, karena namanya orang tua, biasanya lupa ukuran-ukurannya. Jadi, akhirnya saya harus mencoba sendiri.”

Proses ini tidak mudah. Rismiyanti harus mencoba beberapa kali sampai akhirnya rasa jahe tersebut pas di lidah. “Yang pertama kepedesan, kedua juga masih kepedesan, ketiga malah kurang pedes. Tapi, saya coba terus sampai akhirnya ini jadi.”

Setelah jadi, barulah Rismiyanti berani menawarkan produknya. Biasanya, ibu-ibu yang mengikuti pertemuan PKK memesan setelah ia memberikan pengumuman lewat status WA. Berbagai pelatihan yang dijalaninya dari pihak dinas pun menambah nilai jual pada produknya. “Dulu kan saya cuma pakai plastik yang tipis itu, Mbak. Labelnya juga cuma tulisan, lalu difotokopi. Sekarang, saya lebih berani kalau memasarkan produk saya. Kemasannya pun lebih rapat. Aman dan terjamin.”

Bukan hanya soal kemasan, melalui informasi dari Dinas pula ia bisa mendapatkan No. PIRT. “Karena sudah dibantu dengan pelatihan dan informasi semacam itu, berbisnis menjadi lebih enak. Melalui kegiatan ini, saya juga menjadi lebih happy karena dapat teman, pengalaman, sekaligus rezeki,” tutup Rismiyanti.

Sebelum pulang, tak lupa saya membeli sebungkus Jahe Secang. Rasa dingin akibat hujan yang akhir-akhir ini sering turun sebaiknya harus dihalau dengan kehangatan jahe yang baik untuk kesehatan.

“Oh, iya, cara minumnya gimana nih, Bu?”

“Sesuai selera aja, Mbak. Tapi, supaya nggak kepedesan, untuk satu gelas kecil gini, masukkan 2,5 sendok jahe secang. Segerrr pokoknya..” ujar sang ibu sambil mengacungkan jempol. Baiklah, Bu. Saya akan mencoba sarannya. Tetap semangat untuk mengembangkan bisnis!

Saya juga berharap, dengan dukungan optimal dari pemerintah, para pelaku UKM akan semakin bersemangat menata bisnisnya. Pertama untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Selanjutnya untuk memberi manfaat bagi sesama melalui produknya.

Uncategorized

Pameran Craft and Fashion, Mulai Dari Relasi Sampai Kolaborasi

Suasana di Pameran Produk Craft dan Fashion. Foto: dokpri

Asal semua dijalani dengan senang dan gembira, hasilnya pasti akan luar biasa”, itulah pernyataan salah seorang peserta pameran Gelar Produk Craft dan Fashion Istimewa, yang diadakan di Pyramid, Jl. Parangtritis, Bantul, pada Jumat-Sabtu, 22-23 Maret 2019. Di tempat ini, lebih dari 20 pelaku UKM craft dan fashion mengikuti pameran selama dua hari yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta dan PLUT-KUMKM DI Yogyakarta.

Salah seorang peserta pameran yang menarik perhatian adalah Maria Ulfa, owner Mulfa Eco Print. Di atas meja di hadapan Ulfa, kain-kain berwarna pastel dijejerkan berbaris. Tampak pula sebuah name tag sederhana bertuliskan, Bantul Go Green. Produk yang dijual Ulfa adalah batik eco print, baik berupa kain (pakaian jadi), jilbab, maupun produk aksesori wanita seperti tas.

Ibu Ulfa dan batik eco print kreasinya. Foto: dokpri

“Ruang tamu di rumah saya disulap menjadi tempat untuk bekerja,” kata Ulfa sambil tersenyum. Rumahnya sendiri terletak di Sewon, Bantul. Sementara itu, ia membuka lapak setiap hari di Stand Museum Pyramid bersama sejumlah UKM Bantul lainnya. Berbahan dasar kain katun primisima berwarna putih polos, Ulfa menawarkan produk fashion yang sangat unik karena diciptakan dengan menggunakan teknik eco print. Hasilnya? Menarik dan khas banget! Warna-warna alam bernuansa natural dengan motif dedaunan tampak terpampang. “Banyak yang suka dengan warna-warna ini,” ujar Ulfa.

Salah satu produk yang terlihat “wow” adalah sebuah tas mungil berwarna kuning gading. Ternyata, bahan dasar tas ini dari kulit kayu. Ulfa menjelaskan, pada musim-musim tertentu, kulit kayu akan mengelupas. Supaya bermanfaat, kulit kayu dijadikan barang-barang fashion. “Biasanya kan cuma dibakar aja karena kulit kayu termasuk sampah. Tapi, sekarang ada nilai tambahnya.”

Menariknya, produk tas ini bukan buatan Ulfa sendiri, tetapi seorang rekanan UKM di Gunungkidul. “Waktu itu, ada teman yang bilang, ‘Saya minta tolong tas ini di-ecoprint-kan dong.’ Jadi, saya hanya proses eco print aja. Nggak lama sih, cuma dua hari. Kalau bikin produknya memang cukup lama. Nah, setelah jadi, saya juga ikut menjual.” Bukan hanya tas, produk pakaian jadi yang ia bawa pun merupakan hasil kolaborasi dengan rekanan penjahit.

Ia mulai membangun Mulfa Eco Print pada Juli 2018. Pada September 2018, ia sudah memiliki izin usaha. Setelah itu, barulah ia berani untuk mengikuti berbagai bazar yang diselenggarakan di Yogyakarta, baik oleh pemerintah maupun swasta. Menurut Ulfa, ada banyak keuntungan mengikuti kegiatan-kegiatan semacam ini.

“Pertama, saya dapat relasi, yaitu teman-teman sesama pelaku UKM. Ketika kita kenal dengan teman pengusaha, kita kadang-kadang berinisiatif untuk melakukan pengembangan produk. Seperti tas ini, misalnya. Saya sebetulnya nggak pengen bikin tas. Tapi, karena ada yang meminta, saya jadi mikir, ‘Oh iya ya, saya bisa menambah koleksi produk’,” ujar Ulfa. Dari sinilah peluang kolaborasi semakin terbuka lebar.

Selain itu, Ulfa juga rajin mengikuti berbagai pelatihan, yang terakhir adalah dari PLUT-KUMKM DIY. “Saya jadi merasa banyak PR, nih,” kata Ulfa sambil tertawa.

Bpk. Sugeng sedang menata wayang. Foto: dokpri
Wayang buatan Bpk. Sugeng. Foto: dokpri

Pelaku UKM kedua yang mengikuti pameran adalah Sugeng Prayogo yang memproduksi wayang kulit. “Ini adalah suvenir yang paling mendominasi dan sering dipesan sampai ke luar negeri, yang terakhir kemarin dari Norwegia.”

Owner Wahyu “Art” ini memiliki tenaga produksi sebanyak 5 orang. Mereka membantunya untuk membuat wayang di tempat produksi, yaitu rumah Sugeng sendiri di Jl. Parangtritis km 9, Kowen 1, Timbulharjo. Sugeng memulai usaha ini sejak 2009 lalu. Pria yang berasal dari keluarga dalang ini memang memiliki darah seni. “Saya bisa ndalang juga. Tapi, saya lebih cenderung ke pasar globalnya, biar bisa nguri-uri kebudayaan Jawa. Kalau dalang saja, belum tentu laku. Bisnis ini pun lebih menjanjikan.”

Biasanya, Sugeng menawarkan produknya ke pelanggan yang ada di Jakarta. Ia juga menawarkan produknya di mal dan ke pedagang-pedagang. “Ada banyak juga yang meminta modifikasi selain gambar wayang yang paten. Mereka biasanya mengirim gambar lewat email. Pengen seperti ini dan saya buatkan.”

Wayang yang dibuat oleh Sugeng berbahan dasar kulit kerbau. Apabila kena AC atau panas, kulit kerbau lebih kuat dan awet, berbeda dengan kulit sapi. Selain wayang kulit, Sugeng juga memproduksi souvenir seperti kipas, pembatas buku, gantungan kunci, dan sebagainya. Harga kipas yang ditawarkan Sugeng bisa mencapai Rp500.000. “Memang produk ini khusus untuk kalangan premium berkelas. Ada yang membeli untuk cendera mata atau hadiah, ada juga yang untuk dijual kembali.”

 

Selain Mulfa Eco Print dan Wahyu “Art”, produk ketiga yang mengikuti pameran adalah kerajinan tangan kreasi Asri Pamungkas. Produk Asri Pamungkas Fashion & Craft berupa kerajinan tangan yang terbuat dari bahan tissue napkins. Proses pembuatan produk disebut decoupage. Sebelum diolah oleh Asri, bahan dasar produk hanya berupa talenan polos, botol bekas, tas tanpa motif, bahkan sarung pelindung ponsel.

“Jadi, tissue ini nanti dilem di produk dasarnya hingga membentuk pola dan motif yang menarik.” Jika dilihat dengan cermat, motif kreasi Asri sangat cantik dan unik. Bentuknya hampir seperti lukisan yang indah. Soal keawetan pun tidak perlu diragukan. “Ini sudah di-furnish tiga kali, pengeleman pun dilakukan tiga kali. Jadi, kena air pun nggak apa-apa,” ujar Asri.

Lalu, prosesnya berapa lama? “Satu hari bisa, kok. Bahkan, dalam satu hari, saya bisa membuat beberapa produk.” Asri mengaku, ia hanya perlu mengembangkan kreativitas supaya bisa menghasilkan produk yang beda dari yang lain. Asri mulai mengusahakan kerajinan sejak 2 tahun terakhir. Namun, ia baru mulai merambah decoupage sekitar 1 tahun terakhir.

“Saya suka coba-coba membuat aksesori. Awalnya, saya dapat ide dari Youtube. Lalu, saya juga belajar dari teman yang sudah bisa. Kemudian saya kembangkan sendiri. Kendalanya ada di bahan sih. Saya harus membeli bahan secara online. Masalahnya, kalau membeli online, kita nggak bisa milih. Mereka mengirim motifnya random. Saat ini, saya menggunakan dua jenis tissue, ada  yang dari Eropa dan dari Cina.”

Usaha dengan modal awal sekitar 2-3 juta ini bukan hanya dijual secara offline, tetapi juga melalui akun Instagramnya, Gias_Olshop. Sementara itu, sehari-hari Asri membuka lapak di Stand Museum Pyramid, Jl. Parangtritis, Bantul. Asri mengaku, melalui event-event pameran seperti ini, ia dapat memperkenalkan produknya kepada lebih banyak orang. Ia juga mendapatkan banyak teman baru sehingga bisa saling mendukung dalam membesarkan bisnis.

Ulfa, Sugeng, dan Asri adalah sebagian dari peserta pameran kali ini. Meskipun pengunjung pameran pada sore itu belum terlalu membludak, mereka tetap antusias memperkenalkan produknya. Melalui kesempatan ini, mereka dapat mengedukasi pengunjung mengenai keunggulan barang yang mereka jual. Tujuan akhirnya adalah supaya pengunjung berkonversi menjadi pembeli.

Pelaku UKM di Yogyakarta hari ini boleh merasa senang karena ada beragam fasilitas yang ditawarkan oleh pemerintah melalui dinas terkait. Pelaksanaan pameran adalah salah satu strategi untuk mempertemukan pelaku UKM dengan calon pembeli. Oleh karena itu, acara yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi UKM ini dirasakan sangat bermanfaat.

Hanya saja, promosi tentu perlu digencarkan lagi. Lokasi pameran yang bukan berada di dekat pusat kota mungkin menjadi salah satu faktor kurangnya animo masyarakat untuk datang. Dari sisi UKM, produk yang ditawarkan istimewa dan unik, tak kalah dengan produk-produk berlabel internasional. Jadi, sudah saatnya untuk mulai mencintai produk anak negeri. Semoga pemerintah dan pihak terkait juga terus bergandengan tangan untuk mendukung pelaku UKM hingga bisa merambah pasar yang lebih luas.

Uncategorized

Ngeblog Lewat HP, Efektifkah?

Oke, saya lagi mencoba ngeblog lewat smartphone, kira-kira bisa nggak ya?

Sebenarnya soal bisa atau nggak itu pasti BISA! Apa pun yang diusahakan, minimal memberikan pengalaman-jika hasil kelihatan tidak ada.

Sekarang, mengukur efektif atau tidaknya, ini juga relatif.

Contohnya saya nih. Menurut saya efektif karena:

  • Gadget mendukung
  • Mengakses PC waktunya terbatas

Nah 2 alasan inilah yang membuat metode ini terasa efektif. Meskipun, bisa dipastikan kalau kurang produktif. Bayangin aja harus nulis kata demi kata dengan menekan tombol satu persatu. Beda kalau pakai keyboard, menulis bisa lebih cepat. Ada typo pun mudah untuk diperbaiki.

 

Kalau kamu bagaimana? Pernah ngeblog pakai HP?