Informasi

4 Cara Punya Tabungan Bulanan untuk Millenial

Image by Pexels (www.pexels.com)

Generasi milenial memang terkenal dengan sikap konsumtifnya yang membuat budaya menabung menjadi tabu.

Milenial rela mengeluarkan uang yang tak sedikit demi eksis di media sosial. Sayangnya, kebanyakan pengeluaran milenial lebih besar daripada pemasukan sehingga akhirnya tidak memiliki tabungan.

Nah, berikut beberapa pilihan yang bisa dijadikan referensi bagi milenial yang mulai ingin menabung.

1. Menyisihkan sebagian budget pengeluaran

Menabung dapat dimulai dengan cara mengatur pengeluaran dengan bijak dan menyisihkan sebagian untuk disimpan. Cara yang paling efisien dalam memangkas pengeluaran adalah dengan memanfaatkan promo, terutama pada pertengahan bulan ketika gaji sudah mulai menipis.

Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, kini sudah ada aplikasi yang memungkinkanmu untuk mengetahui brand mana saja yang sedang memberikan promo, seperti aplikasi Giladiskon. Bahkan, dengan menjadi member GD+ kamu bisa menikmati promo khusus yang diberikan oleh brand partner Giladiskon.

Dengan cara ini, kamu bisa menyelamatkan sisa-sisa gajimu dari pengeluaran yang berlebihan. Kamu juga tidak perlu repot lagi harus mengikuti semua akun media sosial brand agar selalu ter-update tentang promo apa saja yang sedang berjalan.

Hanya dengan download aplikasi Giladiskon dan menjadi member GD+, kamu sudah dapat menikmati promo sepuasnya dari berbagai macam brand contohnya untuk F&B seperti KFC, McDonald’s, Shilin, dan lainnya yang akan terus bertambah. Ada juga promo dari berbagai supermarket seperti Giant, Lotte Mart, Hypermart, dan lain-lain yang dapat kamu manfaatkan untuk memangkas budget belanja bulanan.

Selain itu, promo dari berbagai macam brand Fashion hingga Entertainment juga dapat dinikmati sepuasnya sepanjang tahun khusus hanya untuk member GD+. Pastinya promo yang diberikan akan memberikan kamu keuntungan dan memungkinkan kamu untuk berbelanja dengan lebih hemat dan cerdas sehingga sebagian uangmu bisa ditabung tanpa mengorbankan eksistensi di media sosial.

Bahkan di Giladiskon juga ada money back guarantee bagi kamu yang merasa tidak ‘balik modal’ dari promo yang diberikan oleh brand partner GD+ dalam waktu 3 bulan sebagai member GD+. Untuk melakukan klaim garansi inipun prosesnya sangat mudah dimana kamu hanya perlu menghubungi pihak Giladiskon melalui channel yang tersedia, dan uang akan kembali 100%. Dengan jaminan uang kembali ini, kamu bisa menikmati voucher sepuasnya tanpa perlu khawatir.

Untuk pengguna Android, kamu dapat secara langsung mengunduh aplikasi Giladiskon dan memanfaatkan promo yang ditawarkan oleh berbagai macam brand. Sedangkan untuk pengguna iOS, untuk saat ini kamu bisa mengunjungi www.giladiskon.com terlebih dahulu hingga aplikasi diluncurkan di App Store. Tunggu apalagi, segera download aplikasi Giladiskon dan daftarkan diri kamu sebagai member GD+ hanya dengan Rp100.000,- per tahun untuk menikmati promo sepuasnya! Sangat terjangkau bukan?

2. Mencari pendapatan tambahan

Jika pengeluaran tidak dapat dikurangi, maka kamu bisa mencoba mencari pendapatan tambahan yang hasilnya dapat ditabung. Tentunya ada berbagai macam cara untuk bisa menghasilkan pendapatan tambahan, di antaranya yang sedang populer adalah dengan menjadi mitra pengemudi Gojek dan Grab. Namun, pekerjaan sampingan ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Kini, ada cara lain untuk menabung yang bisa dilakukan oleh millennial yang membutuhkan lebih sedikit waktu, yaitu dengan memanfaatkan program referral yang memungkinkan kamu untuk mendapatkan bonus jika orang lain menggunakan tautan link atau user ID milikmu untuk melakukan pendaftaran pada suatu website atau aplikasi. Salah satu program referral yang dapat dimanfaatkan adalah program referral dari GD+, fitur terbaru aplikasi Giladiskon bagi para pecinta diskon.

Fitur GD+ ini merupakan fitur membership berbayar untuk dapat menikmati promo sepuasnya hanya dengan Rp 100.000 per tahun. Ketika teman atau kerabat daftar menjadi member GD+ menggunakan user ID milikmu, maka mereka akan mendapatkan potongan harga member sebesar Rp 25.000 dan kamu akan mendapatkan bonus sebesar Rp 50.000 (berlaku kelipatan). Misalnya, ada 5 orang yang bergabung menjadi member GD+ menggunakan user ID milikmu, maka bonus yang kamu terima adalah sebesar Rp 250.000.

Tentunya bonus ini dapat diambil dari akun GD+ kamu sehingga dapat dijadikan sebagai pemasukan tambahan untuk kebutuhan apapun. Untuk bisa memiliki mengikuti referral program ini, kamu harus menjadi member GD+ terlebih dahulu.

Image by Pexels (www.pexels.com)

3. Nabung Emas

Cara ini merupakan alternatif menabung yang dapat dilakukan dengan mudah oleh millennial. Jika kamu memiliki uang lebih untuk ditabung, ada baiknya membeli emas tersebut dengan tunai. Namun, pilihan cicilan juga tidak masalah walaupun tentu akan ada biaya tambahan yang dikenakan. Hal ini akan bergantung pada platform atau institusi yang Anda percayai untuk tabungan tersebut.

Perlu diingat, untuk menabung emas, pastikan kamu memilih platform terpercaya yang namanya sudah dikenal oleh banyak orang.

4. Nabung di P2P Lending

Bagi milenial yang melek berita mengenai perkembangan fintech belakangan ini pasti sudah mulai akrab dengan istilah P2P (Peer-to-Peer) lending. Platform fintech yang menggunakan mekanisme ini memungkinkan kamu untuk menginvestasikan uang yang dimiliki kepada bisnis menengah yang nantinya akan dikembalikan dengan bunga yang telah ditetapkan bergantung pada risiko bisnis tersebut.

Berinvestasi di P2P lending umumnya memiliki minimal nilai investasi yang lebih terjangkau daripada berinvestasi di pasar saham. Selain itu, biasanya risiko yang dihadapi pun masih dapat diatasi oleh investor pemula sehingga P2P lending dapat dijadikan alternatif platform menabung bagi milenial. Jika kamu sudah memahami cara berinvestasi di P2P lending, kamu bisa mencoba berinvestasi di pasar saham yang memungkinkan kamu untuk mendapatkan hasil yang jauh lebih besar namun dengan risiko yang lebih besar pula.

Inilah 4 cara menabung yang bisa milenial coba. Bagaimana, apakah kamu tertarik mencoba salah satunya?

Melatih Keberanian Anak

[Project A] Melatih Keberanian Anak

Hola!

Bertemu kembali dengan saya di sini.

Agak tergerak untuk menulis karena baru saja membaca beberapa blog parenting yang berkisah tentang aktivitas bersama anak. Aha, pengen juga sebenarnya rajin posting untuk berbagi pengalaman. Tapi, tapi, seperti “penyakit” yang kerap menggerogoti semangat menulis para bloher adalah inkonsistensi. Sekarang semangat, besok redup! Hahaha.

Ya, baiklah karena saat ini dalam situasi rada semangat, mari kita mencoba untuk memulai menulis..

Udah “mencoba”.. masih pake kata “memulai”.. hmm terkesan mengkhawatirkan nih 

Oke, lanjut!

Kali ini, saya ingin mengulas tentang “mode” BERANI yang ada di dalam diri anak.

Sebenarnya, kalau boleh menganalisis dikit, seorang anak memiliki keberanian yang alami dan spontan. Namanya anak-anak, mereka belum memahami tentang “dampak” atau “akibat” yang akan muncul dari suatu aktivitas. Jadinya, nggak ada kata takut dalam kamus mereka. Rasa takut pada umumnya muncul ketika kita sudah pernah mengalami sesuatu dan merasakan hal yang tidak enak dari sana.

Akan tetapi, rasa takut juga bisa muncul ketika kita mendengar dan menghayati apa yang orang-orang katakan tentang aktivitas tersebut. Akibatnya, kita membayangkan (tentu saja dengan melebih-lebihkan) hal-hal buruk terjadi.

Nah, tampaknya itulah yang dialami W beberapa waktu terakhir ini.

Dalam hal ini, orangtualah yang perlu berbenah diri. Kami akui juga beberapa kali kami melarang dia untuk melakukan sebuah kegiatan karena (1) biar nggak repot kalau terjadi sesuatu, (2) khawatir berlebihan, (3) sebagai senjata supaya anak mau diam.

Contohnya sederhana. Misalnya nih dia mau main pasir di luar. Karena kondisinya dia sudah mandi dan bersih, otomatis kami melarangnya untuk bermain pasir. Ya nanti kalau kotor gimana? Harus bersihin lagi dong. Sementara, orang tua punya banyak kerjaan. Intinya, repotlah harus melakukan dua kali pekerjaan.

Supaya W mau dengerin perkataan kami, secara spontan kami pun mengeluarkan pernyataan yang sebenarnya kurang baik efeknya. Contoh: “Hiy, nanti kamu digigit semut, lho!” atau “Nanti ada binatang, terus bikin gatal-gatal!”

Akhirnya, W jadi mikir nih. Jadi, main pasir itu menakutkan, ya!

Padahal, tujuan utama orang tua sama sekali bukan itu. Pada kondisi yang oke, dia boleh saja bermain pasir, yaitu ketika dalam pengawasan orang tua. Karena orang tua tidak mampu menyediakan kesempatan itu, akhirnya anak dibatasi.

Ini adalah salah satu contoh saja yang sebenarnya perlu diubah.

Dampaknya sekarang adalah anak masih mau bermain pasir, tetapi dengan selalu menggunakan sendal. Mengapa? Khawatir digigit binatang. Kalau ada binatang, dia juga suka bergidik ngeri gitu dan bilang, “Hiy!”

Selain soal itu, masih ada banyak hal lain yang menunjukkan bahwa W memiliki rasa takut yang cukup besar. Ia takut ketinggian sehingga kalau bermain di taman bermain nggak berani manjat tinggi-tinggi.

Oleh karena itu, langkah pertama adalah orang tua mengakui kesalahan yang satu ini. Kedua, orang tua harus berani ambil keputusan untuk memperbaiki diri. Beberapa hal yang perlu diperbaiki adalah:

  • Mengubah cara untuk mengatakan sesuatu
  • Menyediakan waktu yang cukup untuk mendampingi anak sehingga tidak perlu lagi menakuti anak
  • Mendorong kembali keberanian anak untuk mencoba sesuatu dengan catatan harus bersama dengan orang tua.

Nah, kira-kira itulah gambaran besar dari proyek kali ini.

Targetnya sih anak bakal lebih BERANI mencoba. Karakter ini penting bagi dia kelak ketika dewasa supaya tidak kalah sebelum berperang. Anak juga akan belajar untuk memahami konsekuensi. Belajar untuk menerima rasa sakit atau kegagalan. Dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjalani sesuatu dan terhindar dari hal yang kurang baik.

Jadi, begitulah latar belakang mengapa saya ingin melakukan hal ini.

Kalau bukibuk lain pernah merasakan pengalaman atau kekhawatiran serupa, nggak? Bolehlah sharing tentang strategi yang dilakukan supaya anak lebih BERANI.

Informasi

Cara Meredakan Sakit Akibat Luka Bakar

Sumber foto: www.pexels.com

Pernahkah Anda mengalami luka bakar? Ketika terkena benda panas, kulit manusia akan melepuh, bahkan bisa rusak. Jadi, tidak heran jika orang yang mengalami luka bakar akan merasakan kesakitan yang luar biasa. Sesaat setelah mengalami luka bakar, kulit biasanya akan terasa panas dan sakit. Oleh karena itu, perlu sekali untuk langsung menggunakan pereda sakit, yaitu dengan mengoleskan salep untuk luka bakar.

Namun, bukan hanya menggunakan salep, Anda juga bisa meredakan sakit akibat luka bakar dengan bahan-bahan alami seperti berikut ini:

1. Minyak kelapa

Jika luka bakar Anda diakibatkan oleh tersiram minyak panas,  sebaiknya jangan langsung khawatir. Olesi kembali bagian yang tersiram minyak panas dengan minyak kelapa yang dingin atau tidak panas. Dengan begitu, rasa sakit dan panas akan sedikit mereda. Namun, pengolesan ini harus langsung setelah kejadian, yaitu ketika kulit belum menunjukkan reaksi seperti melepuh atau menghitam.

2. Mentimun

Anda juga bisa menggunakan mentimun. Caranya yaitu dengan memarut mentimun hingga halus, kemudian tempelkan parutan mentimun di area yang terkena luka bakar. Rasa dingin dari kandungan air mentimun akan meredakan sakit dan panas pada kulit akibat luka bakar. Mentimun tentunya sangat mudah ditemukan sehingga cara ini banyak sekali digunakan untuk pereda sakit akibat luka bakar.

Foto by www.pexels.com

3. Dikompres dengan air suhu ruangan

Anda juga bisa sesekali mengompres bagian kulit yang panas akibat luka bakar dengan air yang memiliki suhu ruangan. Jangan menggunakan air hangat, apalagi air es yang terlalu dingin. Namun, pengompresan hanya dianjurkan untuk luka bakar ringan.

Itulah beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk meredakan sakit akibat luka bakar. Perlu diketahui, bahan-bahan ini hanya dianjurkan untuk luka bakar ringan. Jika luka bakar yang Anda alami cukup parah, segeralah pergi ke dokter dan konsultasikan. Pasalnya, jika tidak ditangani secara medis, luka bakar dapat menyebabkan kerusakan pada sel kulit dan organ lainnya. Rasanya juga pasti sakit dan dikhawatirkan dapat menyebabkan infeksi. Cek lebih lanjut tentang kesehatan di https://www.goapotik.com/.