7 Hari Menulis

Mengatur Kembali Keuangan Pasca Liburan

Image by Celia Kathy Berk from Pixabay

Liburan panjang akhirnya usai juga. Kurang lebih seminggu kita bisa beristirahat sejenak dari rutinitas pekerjaan. Bagi yang merayakan, saya mengucapkan Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin, yaa.

Bagi yang tidak merayakan, ada kesempatan untuk bersantai yang cukup lama. Udah ke mana aja, nih?

Saya nggak ke mana-mana. HAHA. Kecuali mudik, sih! Itu juga terbilang dekat dan biasanya kami lakukan hampir sebulan sekali. Jadi, nggak ada yang terlalu istimewa.

Kegiatan di kampung pun biasa saja. Meskipun ada objek wisata yang cukup dekat (Goa Pindul–bisa ditempuh dalam waktu 20 menit), kami juga nggak ke sana. Ngeri sama ramenya.

Besok Senin, sebagian besar pekerja sudah mulai beraktivitas kembali. Semangatnya udah kembali, belum?

Memang agak susah ya back to reality setelah beberapa hari bermanja-manja ria tanpa tanggungan hehe. Tapi, wajib tetap on fire ya, apalagi bagi yang langsung disambut deadline.

Bukan hanya itu, jangan lupa untuk melongok kondisi dompet kembali. Pasalnya nih, selama liburan, seringnya nggak terpikir untuk menahan diri. Beli ini itu demi membuat rasa liburan lebih sempurna. Okelah, nggak apa-apa. Asal nggak kebablasan banget sih menurut saya masih wajar.

Nah, supaya kebiasaan “kran bocor” itu nggak terus berlanjut, sebaiknya segera diperbaiki.  Saya akan membagikan beberapa langkah sederhana untuk mengatur kembali keuangan pasca liburan.

1.Hitung semua dana yang masih dimiliki

Pulang liburan, waktunya untuk menghitung dana yang tersisa. Ingat, hari ini kita masih di tanggal 9 lho ya! Gajian bisa dibilang masih sangat jauh.

Jadi, dana tersisa ini akan kita gunakan untuk menyambung kehidupan usai liburan.

Ada yang sudah memikirkan hal ini jauh-jauh sebelum liburan? Bagus banget! Memang baiknya sih sudah terencana, biar bujet harian nggak ikut tergerus ke bujet liburan.

Kalau saya, sebagian besar tanggungan (cicilan, yang wajib dan memungkinkan untuk dibayar) sudah dilunasi semua sebelum libur. Jadi, sekarang tinggal mikir bagaimana kebutuhan sehari-hari.

Cara menghitungnya sederhana: berapa uang di dompet ditambah uang di rekening. Plus, kalau masih ada invoice yang belum cair (eits, kode!). HEHEHE. Lumayanlah untuk nambah-nambah mengisi tanki yang menuju kosong.

2. Hitung semua bujet wajib dan bujet perkiraan

Kalau masih ada yang belum dibayarkan untuk bulan ini, masukkan itu dalam pengeluaran. Begitu pula kalau ada yang merupakan pengeluaran rutin, misalnya belanja sehari-hari.

Dihitung secara perkiraan aja, bisa per hari atau per minggu. Lalu, tinggal dikalikan dengan jangka waktu sebelum gajian. Karena saya gajian awal bulan jadi ya masih sekitar 20 harian lagi. Lama juga.

Oh iya, jangan lupa, bensin, pulsa, listrik, beli gas, beli galon, dan sebagainya, termasuk sumbangan. Yak, banyak juga. Mending dihitung sejak awal supaya nanti bisa tahu berapa lagi yang harus dikeluarkan.

3. Lakukan penyesuaian

Hasilnya bagaimana? Kurang atau malah lebih? Hehe. Kalau kurang, tak masalah! Kita masih punya strategi penyesuaian. Apa itu?

Pertama, kurangi pengeluaran yang tidak perlu. Bujet belanja, misalnya, bisa ditekan sedikit. Bujet untuk hiburan (kalau ada) dihilangkan dulu, kan juga baru libur panjang dan senang-senang. Pokoknya, diusahakan supaya cukup dengan “tiang”nya.

Kalau sudah dan cocok, yak sip. Kalau masih belum, waktunya untuk menambah pemasukan. Hm, caranya bagaimana ya?

Zaman sekarang, ada banyak kesempatan. Nggak harus yang hasilnya gede-gedean, kecil-kecil pun tak mengapa. Kan yang penting adalah untuk menutupi kekurangan.

Hal yang utama di sini bukan modal berupa uang, tetapi skill. Biasa memasak? Jual lauk atau gorengan atau apalah yang tidak harus membutuhkan modal besar. Biasa menulis? Ya coba kirim ke media mana gitu, nanti kalau dimuat lumayan honornya.

Merasa nggak punya skill? Ahh, ada kok! Cari aja, pasti ada (*maksa haha). Tapi, bener. Kadang kita nggak sadar kalau itu bisa menghasilkan uang. Kalau diasah ternyata potensial juga.

4. Bisa pinjam, tapi harus bijak

Masih kurang juga? Hm, langkah terakhir adalah pinjam dulu. Bulan depan tapi harus diganti ya. Meskipun kesannya jadi gali lubang tutup lubang, tidak masalah asal nggak keterusan.

Ingat juga bahwa soal pinjam-meminjam ini adalah urusan yang nggak mudah dan menjadi beban bagi kita sendiri. Jadi, kalau bisa dihindari, kenapa nggak. Cuma, kalau memang udah nggak ada celah ya bisa sebagai solusi.

Perkara pinjaman juga harus bijak ya. Benar-benar digunakan sesuai keperluan. Jangan hanya pinjam untuk keinginan yang tidak penting karena bayarnya “abot”.

Selain itu, sebaiknya pinjamlah di tempat yang tepat. Soal kriteria yang tepat ini masing-masing mungkin beda pendapat. Secara umum, aman dan bunganya tidak mencekik.

Inilah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatur kembali keuangan pasca liburan. Sederhana, bukan?

Saya harap, kita semua hanya sampai di bagian tiga ya, hehe. Itu artinya, kita sudah berhasil melewati liburan dengan baik dan mengelola uang dengan tepat.

Nah, bagaimana dengan kamu, apakah liburannya menyenangkan? Sudah mengatur keuangan kembali? Bagikan tips lainnya di kolom komentar, dong. Siapa tahu menginspirasi juga! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *