Informasi

LKS SMK 2019, Kesempatan Unjuk Gigi Bagi Pelajar SMK Berbakat

LKS SMK 2019 (dokpri)

Kesuksesan adalah milik mereka yang berhasil beradaptasi dengan perubahan zaman.

Kesempatan menyaksikan momen penutupan Lomba Kompetensi Siswa SMK 2019 yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 9-11 Juli lalu sangat saya syukuri. Bagaimana tidak, kesan yang saya rasakan masih membekas hingga sekarang.

Kemeriahan event LKS SMK ke-27 tersebut mencapai puncaknya pada Jumat, 12 Juli 2019. Acara penutupan diadakan di Sleman City Hall, sebuah mall yang terbilang baru di Yogyakarta, tepatnya di wilayah Denggung, Sleman. Di sebuah aula besar di Lantai 3, para peserta lomba dan panitia berkumpul untuk merayakan keberhasilan pelaksanaan LKS tahun ini.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, M.Si yang menyampaikan sambutan. Beliau mengatakan bahwa LKS SMK 2019 ini merupakan salah satu acara bergengsi karena merupakan ajang berkumpulnya para siswa-siswi berprestasi dan berbakat dari seluruh Indonesia.

Sejumlah anggota kontingen dari berbagai daerah di Indonesia (dokpri)

Ya, 34 provinsi di Indonesia memang mengirimkan kontingennya untuk hadir dan mempertunjukkan kebolehannya dalam berbagai kategori lomba yang diadakan, mulai dari Aceh hingga Papua. Bayangkan, betapa ramai dan serunya momen ini. Saya saja yang ikut hadir mengikuti acara penutupan merasa kagum karena aura penuh semangat yang tercipta di dalam gedung. Harus penuh semangat dong, ya! Anak-anak SMK ini kan generasi penerus bangsa!

Oh, ya, sebelum acara dimulai, para hadirin telah dihibur oleh penampilan dari sejumlah murid SMKN Musik Kasihan Bantul. Suara mereka oke-oke lho, guys! Nggak kalah deh sama yang ikut ajang pencarian bakat. Lagu-lagu merdu berkumandang–termasuk Yogyakarta dari KLa Project–membuat suasana semakin hangat.

Pertunjukan dari SMKN Musik Kasihan (dokpri)

Selain itu, ada pula pagelaran sendratari Nyai Ahmad Dahlan yang dibawakan oleh Duta Seni Pelajar Kontingen DIY. Pertunjukan ini menarik banget karena mengingatkan kembali mengenai sejarah pendidikan di Indonesia. Sayangnya, saya duduk di bagian belakang sehingga kurang maksimal saat menyimak.

Acara puncak pada malam penutupan adalah pengumuman pemenang lomba dari tiap kategori yang dipertandingkan di LKS SMK 2019. Namun, sebelumnya seluruh hadirin diajak untuk menyaksikan video kilas balik pelaksanaan acara selama beberapa hari tersebut.

Berfoto bersama mengabadikan kenangan(dokpri)

Di tengah menonton video, saya menyadari betapa siswa-siswi SMK yang ikut ajang ini sangat berbakat. Mereka melakukan tiap tugas yang diberikan layaknya seorang profesional. Yang mengambil jurusan otomotif, misalnya, terlihat sangat lihai mengutak-atik mesin. Yang mengambil jurusan tata boga, mampu menciptakan produk makanan yang tampak lezat dan cantik.

Tampak jelas bahwa SMK saat ini telah bertransformasi begitu rupa, menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, sesuai dengan tema yang diangkat, “Kompeten¬† Menyongsong Industri 4.0″.

Pertanyaan seputar, “Akan bekerja di mana setelah setelah lulus sekolah atau kuliah?” tampaknya bukan lagi hal yang perlu dikhawatirkan.

Bermodalkan keahlian, masa depan tentu terlihat lebih cerah. Betul, kan?

Dalam kesempatan menonton kilas balik ini pula, para peserta LKS SMK 2019 terlihat sangat bahagia. Ketika melihat wajahnya dan wajah teman-temannya terpampang di layar lebar, seruan yang riuh terdengar membahana. Kesempatan ini tentu merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan bagi mereka. Berkumpul bersama teman-teman seperjuangan dari seluruh Indonesia. Mereka pun dapat mulai belajar untuk menjalin jejaring, yaitu modal penting lain setelah keahlian.

Selanjutnya, pengumuman pemenang pun dilakukan. Kategori yang dilombakan pada tahun ini ada banyak sekali. Pada tiap kategori akan ditentukan 3 juara terbaik. Masing-masing berhak untuk mendapatkan sejumlah uang tunai dari para sponsor.

Secara bergantian, MC menyebut nama-nama SMK dari berbagai kota. Saya amati, kemampuan tiap SMK hampir merata. Bukan hanya sekolah-sekolah di Jawa saja yang berhasil menggondol prestasi luar biasa, tetapi juga sekolah di luar Jawa. Hal ini menandakan bahwa pendidikan di Indonesia semakin baik dari waktu ke waktu.

***

Sebelum mengikuti event yang diinisiasi oleh Ditjen Dikdasmen Kemdikbud ini, saya tidak begitu mengenal SMK. Sebagian besar anggota keluarga, termasuk saya sendiri mengikuti pendidikan menengah atas di SMA. Tak bisa dimungkiri, ada stigma yang berbeda tertempel pada sekolah ini. Ada saja yang mengatakan bahwa anak-anak SMK adalah “anak-anak buangan” atau tidak berprestasi. Namun, ajang kali ini membuktikan bahwa pernyataan tersebut samasekali SALAH BESAR! Anak SMK masa kini ternyata kompeten dan menjadi salah satu modal bangsa ini untuk melangkah maju mnghadapi tantangan pada era Revolusi Industri.

Sebagai seorang ibu, melihat prestasi siswa-siswi SMK pada ajang LKS 2019 memberikan insight yang baru. Bahwa SMK dapat menjadi alternatif pendidikan bagi anak-anak setelah tamat SMP. Apalagi jika orang tua berkenan anak menjadi wirausaha atau langsung bekerja setelah lulus jenjang pendidikan menengah atas.

Saya berharap momen-momen seperti ini menjadi pemacu semangat. Bukan hanya para peserta yang menang, tetapi juga yang gagal membawa medali. Perjalanan tidak berhenti sampai di sini. Namun, perjalanan tersebut masih panjang. Ajang ini juga dapat membuka mata lebih banyak orang, untuk tidak lagi memandang sebelah mata pada para lulusan SMK. Semoga pemerintah terus memberikan perhatian secara konsisten terhadap SMK sehingga dapat menjadi wadah untuk mencetak anak-anak bangsa yang berprestasi hingga ke dunia internasional.

Sekali lagi, SELAMAT dan SUKSES bagi yang berhasil memenangkan LKS SMK 2019. Semoga ilmunya bermanfaat bagi sesama dan bangsa Indonesia. Amin!

Rangkaian acara LKS SMK 2019 (1)
Rangkaian acara LKS SMK 2019 (ist)
Rangkaian Acara LKS SMK 2019

Untuk informasi lebih lanjut seputar berbagai event pendidikan di Indonesia, Anda juga bisa mengunjungi Twitter atau Instagram Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.