Uncategorized

Insto Dry Eyes, Senjata Ampuh Agar Tetap Produktif

Aktivitas terganggu karena mata sakit

Sekitar 3 minggu yang lalu, saya mengalami konjungtivitis akut. Serem banget! Hampir seminggu saya nggak bisa melihat dengan jelas. Buram semuanya. Kena angin, perih banget. Jangankan bekerja, buka mata aja, berair terus. Alhasil, saya benar-benar off dari segala aktivitas (termasuk ke kantor, mengerjakan tugas rumah tangga, dan scrolling media sosial).  Rasanya menderita banget deh. Bahkan, saya sampai trauma tiap melihat ada semburat merah di ujung mata. Jangan-jangaann.. Ups, jangan lagi deh! Kapok. Bukan hanya karena memang benar-benar sakit, tapi karena rutinitas harian sangat terganggu.

Mengalami masalah kesehatan itu, saya baru benar-benar menyadari betapa mata–seperti halnya bagian tubuh lain–memiliki fungsi yang sangat penting. Sekali sakit, dampaknya dirasakan oleh seluruh tubuh. Bahkan juga bisa merugikan orang-orang terdekat. Kita menjadi tidak produktif. Kita kehilangan banyak kesempatan berharga. Kita jadi suka marah-marah alias sensi kalau diganggu dikit. Beneran, nyesel banget kemarin karena sakit mata sempat mengubah saya menjadi pemarah.

PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN MATA

Kata orang bijak, setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. Itu benar. Mungkin banyak yang tidak saya sadari, tetapi setidaknya saya memahami betapa pentingnya menjaga kesehatan mata. Betapa hidup penuh tantangan jika tanpa penglihatan. Salut dan kagum sama orang-orang yang masih tetap semangat bertahan hidup meskipun mengalami disabilitas pada fungsi mata.

Saya juga mendapat banyak pengetahuan baru soal menjaga kesehatan mata ketika bertemu dokter spesialis beberapa waktu lalu. Beliau mengatakan bahwa masih ada orang yang kerap kurang peduli terhadap kesehatan mata dan akhirnya menjadi parah. Ada setidaknya 3 gejala yang sering terjadi pada mata dan mudah diabaikan.

Pertama, mata sepet. Tahu nggak penyebab mata sepet itu apa? Ternyata, salah satunya karena kita terlalu sering menatap layar ponsel. Yuk, kita renungkan, berapa lama dalam sehari  menggunakan ponsel? Menurut hasil survei Google Indonesia di 5 kota besar di Indonesia pada 2014-2015 lalu, rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu sebanyak 5,5 jam per hari menggunakan ponsel. Wah! Bayangkan betapa sepetnya mata setelah itu.

Saya sendiri menggunakan ponsel hampir setiap waktu. Untuk mengurus pekerjaan. Untuk berkomunikasi dengan suami, rekan kerja, dan teman. Untuk membaca buku digital. Untuk menonton film, kadang-kadang. Hampir semua aktivitas harian menggunakan ponsel.

Rutinitas harian di balik layar komputer

Kedua, mata pegel. Kondisi mata pegel terjadi ketika kita terlalu lama menatap layar komputer. Bagi para pekerja yang berkutat di belakang meja sepanjang hari, ini adalah risiko yang harus dihadapi. Jika tidak pandai-pandai mencari waktu istirahat, kemungkinan mata akan terasa sangat pegel di pengujung hari.

Ketiga, mata perih. Mata bisa terasa perih apabila seseorang berada di ruangan ber-AC terlalu lama. Lagi-lagi, siapa pun rentan mengalami kondisi ini. Dampaknya tentu sangat tidak mengenakkan.

BAHAYA MATA KERING

Ketiga gejala tersebut merupakan gejala mata kering yang tidak boleh diabaikan. Mata kering disebut-sebut berhubungan dengan blepharitis. Kondisi ini dapat menimbulkan peradangan pada kelopak mata. Blepharitis terjadi karena tersumbatnya kelenjar di antara bulu mata karena kulit kering, kotoran, dan infeksi. Padahal, kelenjar ini dapat memproduksi lapisan minyak yang terdapat pada air mata. Tanpa lapisan minyak, air mata akan cepat menguap karena kering.

Mata yang kering berakibat pada lubrikasi yang tidak optimal. Apabila kondisi ini terus dibiarkan, bahaya paling menakutkan adalah dapat terjadi kebutaan. Pasalnya, kekeringan rentan menyebabkan terjadinya luka pada bola mata.

***

Naik kendaraan bermotor menyebabkan mata cepat kering

Rutinitas saya setiap hari adalah berkendara selama 30 menit ke kantor. Lalu, menghadap layar komputer sepanjang hari untuk menyelesaikan pekerjaan hari itu. Di sela-sela waktu, saya juga masih membalas pesan WA di ponsel, kadang-kadang nyekrol feed IG kalau bosan, dan sebagainya. Sorenya, saya kembali berkutat di jalan raya. Malam? Apalagi kalau bukan mengisi waktu dengan menonton televisi. Semua kegiatan tersebut rentan menyebabkan mata kering.

Awalnya, saya belum tahu kalau rasa sepet, pegel, atau perih pada mata adalah pertanda bahwa mata mengalami kekeringan. Saya kita, mata lelah itu akan sembuh sendiri kalau dibawa tidur. Biasanya, mata hanya dikucek sebentar sambil berharap rasa mengganjal segera menghilang. Faktanya tidak semudah itu. Pernah sampai beberapa hari mata terasa kurang nyaman dan konyolnya saya biarkan saja.

Insto Dry Eyes, solusi mata kering

Beruntung, saya akhirnya mengenal Insto Dry Eyes, solusi yang paling efektif untuk mata kering. Insto Dry Eyes berfungsi sebagai air mata buatan yang dapat mengatasi kekeringan pada mata. Insto Dry Eyes juga berguna sebagai pelumas pada mata. Bahkan, hebatnya lagi, tetes mata ini mengandung bahan aktif yang dapat membunuh bakteri. Wuaahh, keren banget, bukan?

Jadi, dengan satu langkah sederhana, kita ternyata bisa mengatasi risiko yang membahayakan mata akibat rutinitas harian. Sekarang, berbekal Insto Dry Eyes, saya bisa mengucapkan selamat tinggal pada mata kering yang mengganggu sehingga dapat lebih produktif sepanjang hari.

Yuk, segera sedia Insto Dry Eyes di dalam tas atau kantong untuk dipergunakan tiap kali diperlukan.

1 thought on “Insto Dry Eyes, Senjata Ampuh Agar Tetap Produktif”

Leave a Reply to Bye Mata Kering Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *