JURNAL

Kamis, 12 September 2019 — 3yo2mo

Jangan Marah, Bu!

Pertama, si ibu harus ngaku nih karena suka marah-marah. Huhuhu. Ya gimana, saat dibilangin, si anak nggak mau nurut sama sekali. Udah coba berbagai cara, ehh nggak mempan. Mulai dari baik-baik sampai kesabaran habis. Biasanya, akan mulai marah kalau waktu mepet harus berangkat kerja. Atau, udah kehabisan akal. Tapi, habis itu langsung nyesel.

Apalagi kalau W kemudian memotong tanpa merasa nyesel, “Jangan marah, Bu….” lalu dia mengelus-elus pipi ibunya dengan sayang. Hahaha. Separuh kesel, separuh geli. Iyaaaa, nggak marah kalau kamu nurut, Naak! Huhu.

Agak lupa sih darimana ya dia dapat kalimat itu. Kalau nggak salah, ketika salah satu dari ayah atau ibunya yang saling mengingatkan. Jadi, dia denger dan kemudian menirunya. Tapiii, mungkin dia nggak tahu, marah itu kenapa, harusnya gimana, dan sebagainya. Kan jadinya bingung harus gimana kalau dia sedang nggak nurut.

Suka Baca Buku

Sebenarnya, bukan baca sih. Tepatnya adalah lihat gambar di buku-buku. Seperti yang sudah pernah saya ceritain di sini, dia jadi banyak tahu. Misalnya, seluk-beluk profesi. Dia juga jadi punya kegiatan.

Tapi, kok ibu dan ayah seringnya agak malas karena buku-bukunya itu-itu aja. Apalagi kalau seharian udah capek dan ngantuk, lalu W datang membawa segepok buku, “Yuk, baca yuk!” Haha, maapkan ibu, Naak. Jadinya, ibu suka membatasi, “Bacanya satu aja ya… Udah malem, besok lagi”.

Emang bener sih, dia kalau baca buku bisa nggak tahu waktu. Diulang-ulang terus dan dia seneng banget kayaknya. Semoga saya bisa lebih bisa bagi waktu sehingga memaksimalkan momen ini untuk bikin W semakin suka buku.

Susah Dibilangin

Kebiasaan ini mulai terasa menjengkelkan. W bener-bener susah dibilangin akhir-akhir ini. Kadang-kadang, dia nurut banget, bahkan tanpa diperintah. Tapi, kalau udah nggak mau, ya ampun, bikin pening. Apalagi sama ayahnya, seringnya mengelak dan si ayah diam aja. Akhirnya, saya harus turun tangan untuk membujuk. Kalau udah nggak sanggup, akhirnya taringnya keluar.

Ini PR ibu dan ayah sih sebenarnya, menemukan cara yang paling tempat untuk memberitahukan sesuatu sehingga diterima dengan baik oleh anak. Perasaan, cara yang dilakukan sudah paling bener, eh nggak berhasil juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *