Uncategorized

Review GoMassage: Nikmatnya Pijat di Kantor Saat Istirahat

Dengan Mbak Sitha, sebelum mulai terapi

Beberapa hari terakhir, badan rasanya remuk banget. Bahu sebelah kiri terasa berat. Bagian punggung juga pegel kayak baru ngangkat beban ratusan kilo. Biasanya sih saya biarin aja. Mau pijet, takut. Masalahnya, nggak kebiasaan. Bahkan, kerokan aja bisa dihitung dengan jari. Dulu–waktu masih single–saya bela-belain body spa ke salon. Ini nggak sombong, lo. Dulu kita juga laskar pencari diskon. Ada tuh salon yang kasih paket-paket khusus untuk berempat atau berdua. Harganya tentu lebih miring. Kualitasnya lumayan juga.

Nah, sekarang berbeda. Masalahnya, saya nggak punya waktu sebanyak dulu untuk mampir ke salon. Dulu, paket body spa gitu minimal 4 jam. Sebagai pekerja yang terikat mulai pukul 8-16 dan jemput anak setelahnya, nggak memungkinkan di weekday untuk melakukan hal beginian. Mau ambil waktu pada akhir pekan pun rada males karena you knowlah mending kumpul bareng keluarga. Apalagi rumah saya jauh dari peradaban. Lengkap sudah rasa malesnya membuncah-buncah.

Jadi, kalau dalam kondisi nggak enak badan kayak gini, solusinya hanya: biarin aja! Ntar juga sembuh sendiri. Maksimal dua sampe tiga harilah. Tapi, selama ituuu.. rasa pegel jelas bikin nggak mood. Efeknya bisa ke mana-mana, mulai dari marah-marah sampe nggak semangat kerja.

Nyobain GoMassage

Mulai menikmati pijetan Mbak Sitha

Bukan kebetulan nih, saya lihat iklannya GoMassage di media sosial. Salah seorang teman baru saja pake layanan pijat profesional dari Golife ini. Pengalamannya cukup menyenangkan sehingga saya jadi pengen ikutan nyoba. Saya pun langsung cuss install aplikasinya. Pembayarannya pakai Gopay, sama seperti layanan transportasi Gojek dan Gocar.

Okelah, sepertinya menarik nih.. Review GoMassage yang saya nikmati itu saya rangkum dalam ulasan singkat berikut.

Hal pertama yang saya lakukan tentu ngisi saldo Gopay dulu. Biar praktis ya, gaes. Hehe.

Selanjutnya, saya coba order. Ada berbagai kategori layanan yang tersedia, manteman. Mulai dari Body Rejuvenation, Reflexology, dan Beauty Massage. Tiap kategori ada pembagiannya lagi. Untuk Body Rejuvenation misalnya, ada Body Massage, Express Massage, dan sebagainya. Bahkan, ada layanan kerokan jugaaa. Waaw.

Rencananya, saya pesan layanan ini saat di kantor aja. Kenapa? Alasan utamanya sih karena saya tinggalnya di daerah perbatasan Jogja dan Jawa Tengah, agak pelosok gitu deh. Ceritanya, saya pernah nyobain order dari rumah, eh susah dapat terapisnya. Mungkin juga karena bukan wilayah layanannya ya.

Alasan lainnya, saya bisa nyobain ini di kantor pas jam istirahat. Jadi, lumayan lebih hemat waktu. Kalau di rumah, belum tentu emak ini bisa tenang karena ada si kecil yang pasti bakal kepo ini itu. Lagipula, saya mau nyobain dulu karena memang nggak terbiasa dipijet. Apakah bisa nyaman atau nggak? Apakah ngefek atau nggak? Dan sebagainya.

Saat order pertama, terapis langsung ngechat. Minta dicancel aja. Wah, saya agak kecewa. Dia langsung menjelaskan alasannya. Ternyata karena jaraknya cukup jauh dari tempat kerja saya. Iya juga sih. Kasihan. Akhirnya, dengan berat hati, saya batalkan dan cari terapis lain.

Selanjutnya, terapis yang kedua adalah Mbak Sitha. Saat itu juga, Mbak Sitha langsung WA. Saya udah sempat deg-degan tuh. Takut dibatalin lagi. Eh ternyata Mbak Sitha hanya ingin memastikan waktu dan tempatnya. Okelah, karena saya pesan malam sebelumnya, saya maklum aja. Biar pasti juga. Untungnya, komunikasi lancar sesuai yang saya harapkan.

Sebelum pukul 12 siang, Mbak Sitha sudah kontak lagi. Katanya, ia otw dari rumah yang cukup jauh dari lokasi kantor saya. Pas jam 12, waktu janjian kami, Mbak Sitha datang. Saya ajak dia ke suatu ruangan kosong yang cukup nyaman. Di sini, Mbak Sitha mulai beraksi.

Pertama-tama, Mbak Sitha mulai pijet di bagian bahu. Rasanya.. langsung gimana ya.. hahahaha. Tekanannya penuh tenaga. Karena saya nggak terbiasa, jadinya cukup bikin meringis hihi. Saya minta untuk dikurangi dikit aja hahaha. Mbak Sitha fleksibel sih, dia pun menyesuaikan sambil bilang, “Ini masih standar lo, Mbak… ” Hehehe, maap Mbak, memang saya yang nggak tahan dipijet kayak gini.

Selanjutnya, Mbak Sitha pijet di bagian leher, kepala, punggung, dan tangan. Semua dilakukan dalam waktu 30 menit. Nggak terasa lo, yakin deh. Soalnya, kami juga sambil ngobrol. Ya ampunn seru banget obrolannya. Saya aja yang orangnya introver gitu langsung bisa cair. Kami ngobrol kayak teman yang udah lama nggak ketemu. Sekali-kali sih sambil meringis hehehe.

Pengalaman Menyenangkan

Wajah lega dan senang setelah sesi terapi selesai

Ada banyakc yang saya dapatkan dari Mbak Sitha. Termasuk di antaranya pengalaman kurang menyenangkan yang dialaminya. Duh, suka nggak ngerti deh sama orang-orang yang SELALU mengasosiasikan keberadaan terapis dengan hal-hal yang berbau nggak bener. Mbak Sitha bilang gini, “Sedih Mbak. Padahal kita kan juga cuma kerja cari uang untuk keluarga.” Ia bilang gini pas cerita soal pengalaman nggak enaknya itu.

Saya tertegun aja sih. Iya, profesi ini rentan. Apalagi karena sistemnya dipanggil ke rumah atau lokasi pemesan. Namun, Mbak Sitha mengaku terus belajar, juga dari para seniornya. Bagaimana cara menangani situasi seperti ini dengan hati dan kepala yang dingin. Dari aplikasi  juga cukup mendukung. Salah satunya dengan adanya fitur penilaian dari terapis kepada customer. Setidaknya, terapis memiliki ruang untuk menyampaikan ketidakpuasannya terhadap perilaku customer.

Bukan hal-hal yang berbau nggak enak, Mbak Sitha juga bercerita tentang para customernya yang baik hati. Ada langganan yang sudah akrab banget. Saat menceritakan itu, mata Mbak Sitha berseri-seri. Sentuhan kebaikan seperti ini memang sanggup menciptakan kebahagiaan.

Nah, bagi saya sendiri, merasa beruntung karena bisa mendapatkan kesempatan untuk refreshing sejenak. Ketika waktu terbatas dan situasinya tidak memungkinkan, ternyata masih ada jalan untuk pijet. Tinggal instal aplikasinya, order via golife sesuai waktu dan tempat yang diinginkan, lalu nikmati enaknya dipijet oleh terapis berpengalaman dan ahli.

Ah, rasanya setelah ini saya jadi pengen tidur nyenyak nih. Terima kasih Mbak Sitha. Terima kasih GoLife.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *